
Global Rise TV.
(SERANG) – Pemandangan buruk dan Memilukan terjadi di salah satu faskes tingkat pertama di Kabupaten Serang, Intanlansi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Pamarayan Kecamatan Pamarayan yang di ganyang-ganyang menjadi garda terdepan pejuang kesehatan.
Sorotan tajam tertuju terhadap sebuah permasalahan pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang di kelola tidak sesuai aturan, Senin(25/05/2026).

Peristiwa ini mendapat reaksi dan kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Repiana, pengurus Forum Aktivitas Serang Selatan, yang menilai pengelolaan alat medis (B3) IGD Puskesmas Pamarayan tidak memiliki tahapan dan prosedur yang jelas.
“Limbah medis ditemukan bertumpuk di area yang dapat diakses warga, berpotensi mencemari tanah, air, serta menularkan penyakit kepada manusia dan hewan di sekitar lokasi”ujarnya
Menurutnya, jika tahapan dan prosedur pengelolaan limbah alat medis (B3) tidak di jalankan, jelas itu pembangkangan dari intansi puskesmas Pamarayan terhadap hak dan konstitusi sesuai amanat undang-undang.
“Tindakan ini bukan sekadar kelalaian melainkan bentuk kejahatan sesuai amanat peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan pengelolaan lingkungan hidup,”ujarnya

Dalam penutupnya dirinya mendesak kepada aparat penegak hukum dan Dinas terkait untuk memberikan tindakan serius agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami mendesak kepada Aparat Penegak Hukum dan Dinas Kesehatan untuk segera menyelidiki penggunaan anggaran (BLUD) B3 serta mendalami (SOP) pengelolaan limbah medis B3 di Puskesmas Pamarayan,”pungkasnya
Sementara itu Reni Lidia Anggraeni S,ST, saat di konfirmasi melalui via WhatsApp lebih memilih bungkam, seolah enggan memberi tanggapan.

Sampai berita ini di terbitkan pihak Puskesmas Pamarayan belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait pengelolaan limbah B3 tersebut.
Pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3) Faskes tingkat pertama di kecamatan Pamarayan mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.
Rep.Joy Surtani Global Rise TV.

