
Global Rise TV. Serang- Proyek konstruksi Revitalisasi di SMPN 1 Pamarayan kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini isue krusial menghampiri terkait penerapan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang jauh dari aturan.
Ironisnya pihak pelaksana swakelola diduga kuat mengabaikan keberadaan petugas (K3) bersertifikat padahal alokasi anggaran itu mencapai miliaran rupiah. Kondisi ini sangat memprihatinkan terutama terjadi pada proyek yang diinisiasi oleh dinas pendidikan.

Wawancara awak media pada 25 Mei 2026, dengan para pekerja mendapatkan fakta unik di mana mereka mengeluhkan jaminan sosial pekerjaan tidak di berikan dan penggunaan (APD) tidak sesuai dengan kebutuhan.
“Boro-boro ada jaminan sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan, sepatu (BOTS) yang di kasih aja udah kaya sepatu buat nyari rumput di sawah bukan sepatu safety kontruksi,”Cetus, salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya
Menanggapi itu, Repiana selaku pemerhati kebijakan pemerintah menilai permasalahan ini, bukan hanya sekadar merugikan keuangan negara tetapi juga bisa berimbas terhadap keselamatan para pekerja dan murid di sekolah tersebut.
“Bahaya itu pelaksana swakelola sekolah bisa-bisanya mengerjakan tidak taat aturan teknisnya. Barang material dan bekas sisa bangunan di biarkan berantakan menyatu di seluruh halaman sekolah, tidak ada rambu pembatas keamanan (police line) antara siswa-siswi dengan kegiatan pembangunan,”ujar, Repiana selaku sekjen Forum Aktivitas Serang Selatan.
Dalam sindirannya ia menyinggung penggunaan sepatu safety (BOTS) yang di sediakan pelaksana swakelola di (Mark-up) menunjukkan tabiat buruk pelaksana swakelola mengancam hak pekerja.

“Tabiat culas dan kerdil oknum pelaksana kegiatan, pengadaan sepatu BOTS aja yang nilainya kecil di (Markup) apalagi pengadaan barang material yang lainnnya tidak menuntut kemungkinan di catut juga,”pungkasnya
Sementara itu, Hamdan selaku kepala Sekolah SMPN 1 Pamarayan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, tidak merespon pertanyaan wartawan.
Rep.Joy Surtani

