Marak “Ninja Sawit”, LBH Milenial “Bung Dodoy” dan Pemdes Penyak Panggil Pengusaha: Solusi Harus Nyata, Bukan Sekadar Penertiban.

Global Rise TV (Desa Penyak, Bangka Tengah) — Sabtu, 11 April 2026.
Maraknya aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit atau yang dikenal dengan istilah “ninja sawit” di Desa Penyak kian meresahkan. Aktivitas ini tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pemilik kebun, tetapi juga memicu kekhawatiran akan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua LBH Milenial, Bung Dodoy, bersama Pemerintah Desa Penyak, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perangkat desa lainnya, mengambil langkah tegas dengan memanggil para pengusaha kebun sawit yang beroperasi di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencari solusi menyeluruh, bukan sekadar penindakan sesaat.

“Selama ini kita sudah melakukan pencegahan, seperti memasang portal dan menghalangi aktivitas ninja sawit. Namun itu belum cukup. Kita juga harus menyiapkan solusi bagi masyarakat,” tegas Bung Dodoy dalam pertemuan tersebut.

Ia menekankan bahwa maraknya aksi “ninja sawit” tidak bisa dilepaskan dari persoalan ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

LBH Milenial dan Pemerintah Desa Penyak mendorong para pengusaha sawit untuk menunjukkan tanggung jawab sosial dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

“Kami mengundang para pengusaha agar mau bersama-sama masyarakat, memberikan kesempatan kerja di kebun sawit yang ada di Desa Penyak. Ini penting agar masyarakat tidak terdorong melakukan tindakan melanggar hukum,” lanjutnya.

Upaya ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang sekaligus menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat, pemerintah desa, dan pelaku usaha.

Jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius dan menyeluruh, fenomena “ninja sawit” dikhawatirkan akan terus berulang dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal yang lebih luas.

Kini, sorotan tertuju pada para pengusaha kebun sawit: apakah siap menjadi bagian dari solusi, atau justru membiarkan persoalan ini terus berlarut tanpa kepastian.

GlobalRiseTV
✍️ Mega Lestari

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles