
Global Rise TV (Pandeglang)-Kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama dinilai semakin parah dan belum mendapatkan penanganan yang memadai dari pihak terkait. Warga mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada perbaikan menyeluruh yang mampu mengatasi persoalan tersebut.
Jalan yang seharusnya menjadi sarana utama mobilitas masyarakat kini dipenuhi lubang, genangan air, serta permukaan yang tidak rata. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Masyarakat menilai kerusakan jalan ini telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Para petani, pedagang, dan pelaku usaha kecil mengaku mengalami kesulitan dalam mendistribusikan hasil produksi maupun menjalankan kegiatan usaha mereka. Biaya transportasi meningkat, waktu tempuh menjadi lebih lama, dan akses masyarakat terhadap berbagai layanan menjadi terhambat.


Situasi semakin memburuk ketika musim hujan tiba. Lubang-lubang yang terdapat di sepanjang jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Banyak kendaraan yang terjebak, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang buruk. Warga mengaku harus lebih berhati-hati saat melintas karena keselamatan mereka terancam setiap hari.
Sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan infrastruktur penting yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, mereka mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan yang sudah lama dikeluhkan warga. Menurut mereka, pembangunan infrastruktur seharusnya menjadi prioritas karena berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Warga juga menyoroti lambannya respons dari pihak berwenang. Berbagai keluhan telah disampaikan melalui berbagai saluran, namun hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret yang mampu memberikan solusi jangka panjang. Perbaikan sementara yang pernah dilakukan dinilai tidak efektif karena kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.
Selain menghambat perekonomian, kondisi jalan yang rusak turut memengaruhi akses pendidikan dan kesehatan. Anak-anak sekolah harus menghadapi perjalanan yang lebih sulit setiap hari, sementara masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus menempuh jalan yang berisiko dan tidak nyaman. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kerusakan jalan tidak hanya dirasakan dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Masyarakat Desa Kiara Payung dan Desa Citeluk berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi agar dapat melihat kondisi sebenarnya yang dihadapi warga. Mereka meminta agar perbaikan jalan tidak hanya menjadi janji, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dan pembangunan yang berkualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Warga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah. Mereka berharap pemerintah dapat lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, terutama terkait infrastruktur dasar yang menjadi penunjang utama aktivitas sehari-hari.
Dengan kondisi jalan yang semakin memprihatinkan dan dampaknya yang terus meluas, masyarakat menantikan langkah cepat dan nyata dari pemerintah. Perbaikan jalan kabupaten di Kecamatan Cibitung, khususnya yang melintasi Desa Kiara Payung dan Desa Citeluk, dinilai sudah tidak bisa ditunda lagi. Infrastruktur yang layak bukan hanya kebutuhan, tetapi juga hak masyarakat yang harus dipenuhi demi mendukung pertumbuhan ekonomi, keselamatan pengguna jalan, dan kemajuan daerah secara keseluruhan.
Laporan m sahim

