
Global Rise TV
(SERANG) – Cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan melalui alokasi 20% Dana Desa Tahun anggaran 2025..kini terancam ternodai., oleh praktik lansung di tingkat akar rumput. Alih-alih menjadi motor penggerak ekonomi warga, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinar Sejahtera milik Desa Seuat.Kecamatan Petir Kabupaten Serang,justru menunjukkan aroma busuk dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), Kamis (04/03/2026).
Hasil investigasi tim media.mengungkap tabir gelap di balik proyek peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes tersebut. Proyek yang seharusnya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) ini disinyalir kuat penuh dengan manipulasi spesifikasi (mark-up) yang berujung pada potensi kerugian negara.
Bangunan “Seumur Jagung” yang mencurigakan di lokasi peternakan, ditemukan fakta yang berbanding terbalik dengan nilai anggaran yang dikucurkan. Dengan volume bangunan hanya sekitar 7×12 meter dan kapasitas 600 ekor ayam, yang seharusnya 1000 ekor serta fasilitas yang tersedia dinilai jauh dari standar profesional. Gudang pakan hanya berukuran 2×2 meter dan toilet 1×2 meter berbahan GRC non-permanen—sebuah potret kemiskinan infrastruktur di tengah guyuran dana desa yang besar.
Kejanggalan kian memuncak saat diketahui lokasi kandang berdiri di atas tanah kontrak. Padahal, Desa Seuat diketahui memiliki aset tanah desa yang memadai. Keputusan mengontrak lahan ini memicu pertanyaan besar siapa yang diuntungkan dari biaya sewa tersebut? Mengapa aset desa diabaikan? dan di duga ada manipulasi Pembelanjaan Ayam yang Rencananya 1000 Ekor hanya di belanjakan 600 Ekor.
Sa,at di Konfirmasi Pihak Pengelola “Bumdes, Melalui Whatshap (WA)
Mufti Ali (Ketua Bumdes) Sinar Sejahtra Desa Seuat Menyampaikan.
,”Terkait masalah ayam betul pak” jadi aturan nya mah kan 1000 Ekor, karna anggarannya itu kemarin terpakai untuk membangun jalan jadi. belanjanya cuman 600 ekor,.memang betul di RAB nya Peruntukan belanja ayamnya 1000 Ekor, karna ada yang lebih penting untuk pembangunan Jalan ,jadi di pakai uangnya untuk Jalan Sekitar Rp
41.000.000 (Empat Puluh Satu juta Rupiah)
Tuturnya.
Dia menambahkan,
“dan untuk pembangunan Gudang memang untuk tempat istirahat itu anggaranya cuman Rp.12.000.000 (Dua belas Juta Rupiah),itu mencakup.kamar mandi,gudang dan tempat Istirahat. Dan Mengenai ukuran kandang memang kapasitasnya 1000 Ekor.
Sementara Mengenai Lokasi Kandang Itu Ngontrak pertahun Rp.6.000.000 (Enam Juta Rupiah)
Jadi perbulannya kenanya Rp.500.000 (Lima ratus ribu rupiah) Tutupnya.
Sampai berita ini di terbitkan Kami Masih Mencoba Mengkonfirmasi Pihak -Pihak terkait..
Rep. Joy/Surtani Global Rise TV.

