
Global Rise TV (Bangka Tengah) –
Setelah melakukan audiensi kek kejaksaan ngeri Bangka tengah ketua LBH Milenial bangka tengah keadilan di damping tim dan kuasa hukum beberapa waktu yang lalu juga mendengarkan jawaban dari kejaksaan negeri Bangka tengah bahwa tidak boleh siapapun memanen di aset sitaan kejaksaan agung tersebut, Kamis (12/6/2025).
Akan tetapi fakta nya sekarang aktivitas memanen masih ramai melakukan pemanenan tersebut sawit sitaan tersebut.
Untuk itu ketua LBH milenial Bangka tengah keadilan bung dodoy mengatakan ke awak media kamis 12/05/2025 via WhatsApp “ini sangat miris bahwa kegiatan pemanenan masih di lakukan dan menurut informasi di masyarakat di duga ada oknum APH yang melindungi para pemanen tersebut.
Kami sudah membuat laporan ke kejaksaan negeri Bangka tengah terkait kegiatan pemanenan yang di lakukan oknum-oknum di lapangan”ungkap dodoy.
Kita juga sudah menindak lanjuti ke pihak kejaksan yang mana masih dalam telaah di bagian Intel sebelum di naikan ke pimpinan.
Kami masih menunggu hasil laporan kami tersebut karna menurut saya di mana dalam KUHAP Pasal 184 ayat (1):
Alat bukti yang sah ialah:
a. keterangan saksi,
b. keterangan ahli,
c. surat,
d. petunjuk,
e. keterangan terdakwa.
Dan menurut data kami di situ sudah ada petunjuk dari mulai data pemanen dan keterangan perusahaan yang membeli hasil pencurian di aset sitaan tersebut,dua alat bukti sudah cukup untuk mentersangkakan seseorang jika melakukan tindak pidana
“ungkap dodoy.
Kami hanya minta keadilan atas banyaknya oknum masyarakat yang di tahan di karenakan melakukan pencurian di aset tersebut.
Jangan ada tebang pilih dalam penindakan dan jika ada dugaan oknum-oknum terlibat yang membekingi kegiatan pemanenan aset sitaan tersebut dan Kalau Tidak ada penindakan kami selaku kuasa hukum masyarakat dari LBH milenial Bangka tengah keadilan akan melaporkan ke KOMISI KEJAKSAAN AGUNG RI dan apabila ada oknum APH Di duga juga terlibat kami akan melaporkan KOMPOLNAS dan POM TNI jika ada indikasi oknum di satuan APH manapun yang terlibat”tutup dodoy.
Globalrisetv :
Mega Lestari

