Tangis Pelaku UMKM Pecah di Rumah Aspirasi, Iman Adi Nugraha Siap Perjuangkan Permodalan dan Pemasaran Usaha

Global Rise TV (SUKABUMI) – Anggota DPR RI periode 2024 – 2029 dari Partai Demokrat, Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IV yang meliputi Kabupaten dan Kota Sukabumi, Iman Adi Nugraha, menerima audiensi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Sukabumi di Rumah Aspirasi Iman Adi Nugraha, Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri puluhan pelaku UMKM, khususnya dari wilayah Kecamatan Simpenan. Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha disampaikan secara langsung kepada anggota Komisi VII DPR RI tersebut.

Perwakilan pelaku UMKM, Cepi Umbara, mengatakan bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Simpenan.

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang saat ini dihadapi para pelaku usaha adalah sulitnya mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kesulitan mengembangkan usahanya.

Selain persoalan permodalan, para pelaku UMKM juga mengeluhkan kondisi ekonomi yang sedang lesu. Ketidakstabilan harga kebutuhan pokok dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan perkembangan usaha kecil.

“Kami juga menyampaikan aspirasi terkait pentingnya pembangunan infrastruktur jalan. Akses jalan yang baik sangat berpengaruh terhadap distribusi produk dan aktivitas ekonomi para pelaku UMKM,” ujar Cepi.

Ia menjelaskan, para pelaku usaha berharap adanya dukungan pemerintah dan wakil rakyat, baik dalam bentuk bantuan fasilitas usaha, kemudahan akses pasar, maupun peluang untuk memperluas jaringan pemasaran produk.

Menurut Cepi, tanpa dukungan permodalan yang memadai, pelaku UMKM akan kesulitan meningkatkan kapasitas usahanya.

Dalam audiensi tersebut, para peserta mengaku mendapat respons positif dari Iman Adi Nugraha. Bahkan, politisi Partai Demokrat itu meminta para pelaku UMKM segera menyiapkan proposal yang berisi berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi di lapangan.

Cepi menambahkan, tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah minimnya pengetahuan mengenai pemasaran serta keterbatasan akses pasar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pihaknya mengusulkan adanya pelatihan dan pendampingan, khususnya di bidang digital marketing, agar para pelaku usaha mampu memanfaatkan teknologi dalam mempromosikan produknya.

“Kami berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa naik kelas, baik dari sisi pengetahuan, kualitas usaha, maupun peningkatan omzet dan pendapatan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM untuk tetap semangat, konsisten menjaga kualitas produk, dan terus belajar. Ilmu serta pengalaman yang diperoleh hari ini akan menjadi modal penting untuk kemajuan usaha di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Iman Adi Nugraha. anggota Komisi VII DPR RI tersebut. mengatakan pihaknya menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait sulitnya akses Kredit Usaha Rakyat, keterbatasan pengetahuan pemasaran, hingga kebutuhan peralatan penunjang usaha.

“Banyak pelaku UMKM yang mengeluhkan sulitnya memperoleh akses KUR. Selain itu, mereka juga masih membutuhkan pendampingan dalam pemasaran karena belum memahami strategi marketing yang efektif,” ujar Iman.

Ia menambahkan, para pelaku usaha juga berharap adanya bantuan fasilitas dan peralatan untuk menunjang produktivitas usaha mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Iman mengaku tersentuh oleh cerita dua pelaku UMKM yang terjerat rentenir akibat kesulitan memperoleh akses permodalan dari lembaga keuangan resmi.

“Tadi ada dua pelaku UMKM yang sampai menangis saat menyampaikan keluhannya. Mereka terpaksa meminjam uang kepada rentenir karena sulit mendapatkan akses permodalan melalui program KUR,” ungkapnya.

Menurut Iman, persoalan serupa diduga dialami banyak pelaku UMKM di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, ia memberikan bantuan langsung kepada dua pelaku UMKM yang terjerat rentenir tersebut. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp2,5 juta.

Melalui audiensi ini, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dapat segera mendapatkan solusi konkret. Dengan demikian, sektor UMKM di Kabupaten Sukabumi dapat berkembang lebih baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dani Sanjaya Permas

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles