SPPG Cisaat Disorot: Tanpa Ahli Gizi, pihak mitra memberikan jawaban yang mengagetkan publik.

Global Rise TV
(CISAAT, SUKABUMI) -Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Cisaat, Kabupaten Sukabumi, yang beralamat di jalan cikiray Sukamanah tengah menjadi sorotan tajam publik. Dugaan ketiadaan tenaga ahli gizi dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sppg tersebut memicu kekhawatiran serius terkait mutu layanan dan keselamatan penerima manfaat, dan menimbulkan keresahan dari masyarakat.

Hasil penelusuran pada Rabu (15/04/2026) di lokasi SPPG yang beralamat di Jalan Cikiray, Desa Sukamanah, mengungkap bahwa posisi vital tersebut sempat kosong. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, (17/02006) pihak mitra berinisial M menyampaikan ke awak media bahwa tenaga ahli gizi sebelumnya telah mengundurkan diri sekitar satu minggu lalu karena memperoleh beasiswa tugas belajar, dan telah di siapkan penggantinya Ia juga mengklaim bahwa cerita tersebut terjadi di ribuan sppg – sppg lain,

Pernyataan tersebut tidak serta-merta meredam kekhawatiran
, malah justru menuai pertanyaan yang lebih besar dari para awak media , apakah benar ribuan sppg seperti itu ceritanya ? Kalau memang demikian tidak bisa di pungkiri banyak nya anak- anak keracunan karena posisi krusial dalam menjamin kualitas dan keamanan makanan tidak ada di sppg2 tersebut,kami akan terus menelusuri terkait dengan keterangan nya itu.
Atau bisa saja itu stamen dari pihak mitra sppg Cisaat untuk menutupi kesalahannya dengan melemparkan alibi ke sppg2 lainnya. Jawaban dari pihak mitra seperti itu mencerminkan orang yang tidak profesional dan tidak memiliki rasa tanggungjawab.

Instruksi Tegas BGN: Ahli Gizi Wajib, Tanpa Kompromi

Berdasarkan arahan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, setiap SPPG diwajibkan memiliki tenaga ahli gizi aktif dalam operasionalnya. Peran ini mencakup penyusunan menu, pengawasan kualitas bahan baku, hingga memastikan standar nutrisi terpenuhi secara ketat.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini tidak dianggap sepele. Sanksi yang disiapkan berlapis dan tegas, mulai dari penghentian sementara operasional (suspend), surat peringatan bertahap (SP-1 dan SP-2), hingga pencabutan izin operasional. Bahkan, terdapat ancaman pemangkasan insentif hingga Rp6 juta per hari bagi unit yang tidak memenuhi standar.

Alarm Keras bagi Sistem Kesehatan Daerah

Ketiadaan ahli gizi di SPPG Cisaat bukan sekadar insiden administratif, melainkan sinyal peringatan serius bagi tata kelola layanan kesehatan daerah. Nutrisi bukan pelengkap, tetapi bagian integral dari terapi medis.

Tanpa pembenahan cepat dan menyeluruh, risiko yang dihadapi bukan hanya penurunan kualitas layanan, tetapi juga keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan.

Ujang supyani

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles