Global Rise TV (Koba, Bangka Tengah) – Kamis, 31 Juli 2025 Tim gabungan aparat penegak hukum menggelar razia di wilayah Kolong Kenari, Marbuk, dan Punguk, Koba, Bangka Tengah, Kamis pagi (31/7). Dalam operasi tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas tambang timah tanpa izin di kawasan bekas konsesi PT Koba Tin.
Dari hasil pantauan di lapangan, sejumlah peralatan tambang ditemukan masih tertinggal, menandakan aktivitas baru saja berlangsung. Namun, tidak ditemukan pekerja di lokasi karena diduga sudah lebih dulu meninggalkan tempat sebelum razia dilakukan.
Seorang petugas menyebutkan bahwa aktivitas tambang di wilayah tersebut sudah lama dipantau karena sering kali dilakukan secara berpindah-pindah. Bahkan, di lokasi tersebut telah berulang kali terjadi aksi bongkar-pasang aktivitas tambang ilegal, yang muncul lalu menghilang dalam waktu singkat.
“Sudah lama kami pantau. Lokasi ini sering dijadikan tempat tambang ilegal. Kami akan terus lakukan pengawasan,” ujar petugas tersebut.
Warga sekitar mengaku aktivitas tambang liar di kolong tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, bukan hal baru bagi masyarakat karena beberapa pelaku yang terlibat dikenal sebagai “pemain lama” yang sudah berulang kali beroperasi di tempat yang sama.
“Nggak heran lagi, setelah dibongkar, biasanya beberapa minggu kemudian mereka buka lagi. Kolong ini seperti jadi milik pribadi saja. Pemainnya juga orang-orang lama, itu-itu saja,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kawasan bekas tambang PT Koba Tin seharusnya berada dalam pengawasan ketat karena statusnya sebagai aset pasca-tambang. Selain melanggar aturan, aktivitas penambangan liar tersebut juga dikhawatirkan berdampak pada lingkungan, terutama kualitas air kolong yang menjadi sumber air masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi pemerintah terkait atau pihak perusahaan mengenai status hukum lokasi tersebut. Aparat menyatakan akan terus menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tambang ilegal di wilayah itu.