
Global Rise TV (Pangkalpinang)-Rabu 10/06/2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang terus berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal. Kali ini, Lapas Pangkalpinang memfasilitasi pelatihan pengolahan nanas bagi warga Kelurahan Tuatunu Indah dan santri Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Rabu (10/6).
Pelatihan yang berlangsung di Balai Kelurahan Tuatunu Indah ini merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis produk lokal. Kegiatan menghadirkan narasumber Hidayat dan diikuti oleh warga Kelurahan Tuatunu Indah, santri Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, serta kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan bahwa program pengolahan nanas yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan kini diperluas kepada masyarakat Kelurahan Tuatunu Indah, santri Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, serta kader PKK sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Kami memperluas manfaat program ini kepada masyarakat sebagai upaya mengembangkan potensi ekonomi berbasis komoditas unggulan sekaligus membuka peluang usaha yang produktif dan bernilai tambah,” ungkap Sugeng.
Sugeng menilai Kelurahan Tuatunu Indah memiliki potensi besar pada komoditas nanas. Karena itu, pihaknya bersama Lurah Tuatunu Indah mendorong pengembangan dodol nanas dengan standar pengolahan yang baik guna meningkatkan nilai tambah produk dan perekonomian masyarakat.
“Kami berharap sinergi yang terjalin dapat mendorong tumbuhnya UMKM berbasis olahan nanas sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, pesantren, serta mendukung kemajuan Kelurahan Tuatunu Indah,” harapnya.
Sementara itu, Lurah Tuatunu Indah, Iwan Bernadi, mengapresiasi inisiatif Lapas Pangkalpinang dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pelatihan tersebut. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami proses produksi, penentuan harga jual, dan strategi pemasaran agar usahanya dapat berkembang.
“Sebagian besar UMKM di Tuatunu masih berskala kecil. Kami berharap pelatihan ini memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung sehingga mampu meningkatkan daya saing dan mendorong perkembangan usaha masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, Lapas Pangkalpinang dan Kelurahan Tuatunu Indah berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta menjaga kualitas produk olahan nanas agar memiliki daya saing, memperluas peluang pemasaran, dan memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (kp)
GlobalRiseTV :
Mega Lestari ✍️

