
Global Rise TV (Pandeglang, Banten) – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada oknum Ketua RW dan anggota Linmas di salah satu desa Bojongmanik .di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Mereka diduga meminta uang tebusan sebesar Rp20 ribu per keluarga dari warga penerima bantuan beras Bulog, Selasa (29/7/2025).
Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, oknum RW dan Linmas tersebut beralasan bahwa uang tersebut digunakan untuk biaya penebusan dan distribusi beras bantuan. Padahal, bantuan beras dari Bulog tersebut sejatinya disalurkan secara gratis sebagai bagian dari program perlindungan sosial pemerintah pusat kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak kondisi ekonomi.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan praktik pungutan ini. “Kami sudah susah, masih diminta bayar Rp20 ribu. Kalau tidak bayar, katanya beras tidak bisa diambil,” ujarnya kepada awak media.
Praktik ini mencuat setelah sejumlah warga mulai angkat suara dan melaporkan dugaan pungli tersebut ke media serta pihak berwenang. Mereka berharap agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menindaklanjuti kasus ini.
Ketua DPC”LSM. Perjuangan Kabupaten Pandeglang, Iwan gaib angkat bicara dalam keterangannya kepada media, menyayangkan tindakan tidak terpuji yang mencoreng nama baik perangkat wilayah. “Kami siap menindaklanjuti laporan ini. Jangan sampai bantuan sosial yang tujuannya untuk meringankan beban masyarakat justru dijadikan lahan pungli oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kecamatan maupun Pemkab Pandeglang terkait dugaan pungli ini. Sementara itu, warga berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar tidak terulang di masa mendatang.
Kasus semacam ini menunjukkan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam penyaluran bantuan sosial. Pemerintah pusat diharapkan juga melakukan evaluasi menyeluruh agar bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
Penulis juhri

