
Global Rise TV (Pandeglang)– Program ketahanan pangan budidaya kambing dan ikan lele milik BUMDes yang didanai dari Dana Desa Tahun 2025–2026 di Desa Kotadukuh, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menjadi sorotan masyarakat dan awak media.

Pasalnya, program budidaya kambing dan ikan lele tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi kegiatan sebagai bentuk keterbukaan penggunaan anggaran kepada masyarakat. Selain itu, lokasi kandang kambing yang berada di Kampung Cibele juga memunculkan sejumlah pertanyaan terkait pengelolaan program.
Saat awak media mendatangi lokasi dan meminta keterangan kepada pemilik lahan berinisial U, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait program tersebut.
“Saya mah tidak tahu apa-apa, hanya disuruh bikin kandang sama saudara oleh kepala desa. Masalah lahan juga tidak dibayar, tidak ada uang sewa per tahun atau per bulan,” ujar U kepada awak media.
Di sisi lain, awak media mencoba menghubungi Ketua BUMDes untuk meminta klarifikasi. Namun menurut keterangan perangkat desa, Ketua BUMDes sedang berada di Jakarta untuk bekerja di proyek sehingga belum dapat ditemui.
Sementara itu, bendahara BUMDes membenarkan dirinya menjabat sebagai bendahara, namun mengaku tidak mengetahui proses pembelian kambing dan ikan lele.
“Betul saya bendahara BUMDes, tapi untuk pembelian kambing dan ikan lele saya tidak tahu. Yang membeli bapak kepala desa. Saya tidak tahu apa-apa, silakan pertanyakan langsung ke kepala desa,” ujarnya.
Awak media juga telah mencoba mendatangi Kantor Desa Kotadukuh guna meminta konfirmasi kepada kepala desa. Namun hingga berita ini ditayangkan, kepala desa disebut sedang tidak berada di kantor dan sulit dihubungi.
Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah pihak, awak media akhirnya menayangkan pemberitaan ini sebagai bentuk fungsi kontrol sosial sesuai Undang-Undang Pers, sekaligus mendorong adanya transparansi dalam pengelolaan program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa agar dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Rep juhri

