
Global Rise TV (Pandeglang) – Program ketahanan pangan budidaya ayam petelur yang diduga dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Waringinkurung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kini menjadi sorotan masyarakat dan awak media. Pasalnya, kandang ayam petelur yang telah dibangun diduga belum memiliki kejelasan kelanjutan program hingga saat ini.(20/5/2026)
Kandang ayam petelur tersebut berlokasi di Kampung Sempur, Desa Waringinkurung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan kandang berukuran sekitar 7 meter x 6 meter itu disebut menggunakan anggaran Dana Desa (DD) melalui program BUMDes tahun anggaran 2025–2026.

Salah seorang anggota kelompok yang disebut ikut mengelola program tersebut mengaku belum mengetahui secara pasti kapan program budidaya ayam petelur itu akan berjalan.
“Saya juga tidak tahu kelanjutannya. Ayamnya belum ada kepastian kapan program ini berjalan,” ujar salah satu anggota kelompok kepada awak media.
Menurut keterangan yang diperoleh, pembangunan kandang ayam petelur tersebut disebut menelan anggaran sekitar Rp10 juta.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua BUMDes dengan mendatangi kantor desa. Namun saat awak media tiba di kantor desa, Ketua BUMDes disebut tidak berada di tempat dan belum memberikan keterangan resmi terkait program tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Banten dapat turun tangan melakukan evaluasi dan audit terhadap program BUMDes yang menggunakan anggaran negara agar pelaksanaannya berjalan transparan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola BUMDes Desa Waringinkurung belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan mangkraknya program kandang ayam petelur tersebut.
Berita ini disampaikan berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dan mengacu pada ketentuan Undang-Undang Pers yang berlaku.
Rep juhri

