
Global Rise TV (Bangka Tengah) -Dugaan Mesin Fuso Hilang, Komponen Excavator Raib, dan Penemuan Mayat di Lubuk Besar Picu Desakan Pengusutan Menyeluruh.
Bangka Tengah | Minggu, 19/04/2026 — Bangka Tengah kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian peristiwa serius mencuat hampir bersamaan. Dugaan hilangnya mesin kendaraan jenis Fuso, raibnya komponen alat berat excavator, serta penemuan mayat di wilayah Lubuk Besar memicu tuntutan agar aparat negara turun tangan dan mengusut seluruh persoalan secara menyeluruh.
Publik menilai rentetan kejadian tersebut bukan persoalan sepele. Publik meminta penanganan terbuka, profesional, dan tidak berhenti di permukaan.

Dugaan Mesin Fuso Hilang Jadi Tanda Tanya
Kasus dugaan hilangnya mesin Fuso yang dulu sempat beredar di media sosial Dugaan salah satu oknum Bataliyon (HB) melakukan tindakan kejahatan sempat mencuri mesin Fuso beberapa bulan lalu kini mencuat menjadi perhatian publik karena ukuran dan nilai barang tersebut dinilai besar.
Publik mempertanyakan bagaimana mesin sebesar itu bisa lenyap apabila benar terjadi kehilangan.
Menurut sejumlah kalangan, perpindahan mesin semacam itu diduga memerlukan alat bantu, akses ke lokasi penyimpanan di bawa kemana, serta pengetahuan teknis tertentu. Karena itu, publik meminta aparat menelusuri seluruh pihak yang memiliki akses terhadap aset barang bukti tersebut dimana dan apa pelakunya sudah ditahan dan di proses sesuai hukum berlaku ?
Komponen Excavator Diduga Raib
Sorotan berikutnya tertuju pada dugaan hilangnya “Komponen alat berat “pump injection” excavator dari 50an unit alat berat/excavator yang diamankan oleh Satgas PKH, kini telah hilang terkait 50 unit alat berat yang diamankan dilokasi lap GOR lahan kosong disebelah Kejari Kab Bangka Tengah.
Merupakan barang bukti sitaan dari Tambang Timah Ilegal lubuk besar yang terkait dengan tindak pidana yang sudah dititip kan oleh Satgas PKH ke Kejaksaan Negri Koba Prov Kep Bangka Tengah.
Dilokasi penitipan hilang nya alat alat berat komponen tersebut pada hari Sabtu tanggal 11 April 2026, dilahan kosong sebelah kantor Kejari Kab Bangka Tengah. komponen dari puluhan unit excavator yang sebelumnya ditempatkan di area penitipan dekat Kejaksaan Negeri Bangka Tengah.
Publik mempertanyakan sistem pengamanan, pencatatan aset, penjagaan rutin, serta pihak yang bertanggung jawab apabila benar terjadi kehilangan komponen.
Penemuan Mayat Gegerkan Publik Bangka Tengah
Di tengah panasnya dua persoalan tersebut, publik kembali digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Lubuk Besar.
Peristiwa itu menambah keresahan publik. Publik meminta aparat segera mengungkap penyebab kematian secara profesional dan transparan. Bila ditemukan unsur pidana, pelaku diminta diproses tegas sesuai hukum yang berlaku.
Diduga Nama Mantan Pejabat Dankorwil Bangka Tengah Kolonel A.H Ikut Disorot
Dalam perkembangan isu ini, nama Pak A.H ikut disebut dalam pembahasan publik karena pernah menjabat posisi komando wilayah terkait di Bangka Tengah. Sejumlah kalangan meminta dilakukan evaluasi administrasi serta penelusuran menyeluruh mengenai sistem pengawasan aset pada masa penempatan alat berat tersebut.
Publik menilai penting untuk memastikan apakah seluruh prosedur pengamanan, pencatatan, dan pengawasan telah berjalan sesuai ketentuan pada saat aset ditempatkan di wilayah itu.
Kejagung RI dan Panglima TNI Didesak Turun Tangan Usut Sampai Tuntas
Desakan kini diarahkan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar melakukan supervisi menyeluruh terhadap dugaan hilangnya aset dan memastikan proses hukum berjalan transparan.
Selain itu, publik juga meminta Tentara Nasional Indonesia melalui pimpinan tertinggi melakukan evaluasi internal apabila ada pihak yang ikut disebut dalam isu yang berkembang.
Publik Menunggu Kepastian
Bagi Publik , persoalan ini bukan sekadar soal barang hilang atau satu kasus kematian. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap negara dan aparat penegak hukum.
Kini publik menunggu langkah nyata: apakah seluruh persoalan ini akan dibongkar sampai ke akar-akarnya, atau kembali tenggelam tanpa kejelasan.
GlobalRiseTV :
Mega Lestari ✍️

