Lapor Pak Kapolres Bangka Tengah! Diduga Jejak Oknum Satgas, Danpos, Dansektor, Kolektor Riki Alias Tokek hingga Bos Akbar Beli Timah Kawasan Hutan Lindung Jadi Sorotan, Publik Minta Bongkar Sampai Akar-akarnya

Global Rise TV (Bangka Tengah) -Selasa 28/04/2026 — Desakan masyarakat kepada aparat penegak hukum semakin keras. Publik meminta Polres Bangka Tengah segera mengusut tuntas dugaan jaringan tambang dan perdagangan pasir timah dari kawasan hutan lindung yang disebut melibatkan kolektor lapangan, pemodal besar, hingga oknum tertentu.
Sorotan mencuat setelah sejumlah warga menyebut adanya aktivitas pembelian timah dari kawasan Sarang Ikan, Lubuk Besar, yang diduga berada di area hutan lindung. Dari lokasi tersebut, timah disebut dikumpulkan melalui jalur kolektor lalu bergerak ke penampung besar di luar mekanisme resmi.
Nama yang ramai dibicarakan warga adalah Riki alias Tokek, warga Simpang Perlang, Koba, yang diduga berperan sebagai kolektor lapangan. Ia disebut menerima pasokan dari para penambang sebelum diteruskan ke jaringan pembeli yang lebih besar.
Selain itu, nama Bos Akbar, warga Kuday, Sungailiat, kini ikut menjadi sorotan publik. Akbar diduga sebagai pemodal besar yang membeli pasir timah dari sejumlah titik tambang di wilayah Bangka Tengah.
Tak berhenti di situ, warga juga menyoroti dugaan jejak oknum Satgas Tricakti, termasuk Danpos dan Dansektor, yang namanya ikut disebut dalam dugaan pengamanan maupun pembiaran aktivitas tersebut. Bila benar ada keterlibatan oknum, masyarakat meminta penindakan tanpa pandang bulu.
“Jangan hanya pekerja kecil yang ditindak. Bongkar siapa pemain besar, siapa penampung, siapa pelindungnya. Usut sampai ke akar-akarnya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga menilai hasil tambang dari wilayah Bangka Tengah seharusnya masuk ke jalur resmi mitra PT Timah Tbk. Jika benar justru mengalir ke gudang swasta, maka hal itu dinilai sebagai dugaan penyimpangan serius yang berpotensi merugikan negara.
Selain persoalan hukum, masyarakat juga menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang di kawasan hutan lindung. Mereka meminta aparat segera menghentikan kegiatan di lokasi dan menindak seluruh pihak yang terlibat.
Kini pesan publik jelas: Kapolres Bangka Tengah diminta segera bertindak cepat, bentuk tim khusus, telusuri aliran timah dari lokasi tambang ke gudang penampungan, periksa seluruh nama yang disebut, dan buka hasil penanganannya secara transparan.
Hukum harus berdiri tegak. Tajam ke bawah, juga tajam ke atas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebutkan namanya belum memberikan klarifikasi resmi.
GlobalRiseTV
Mega Lestari ✍️

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles