
Global Rise TV (Pandeglang)— Sikap kurang kooperatif ditunjukkan oleh seorang oknum pemilik kios pupuk bersubsidi yang berlokasi di Desa Kota Dukuh, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Insiden ini terjadi saat sejumlah wartawan mendatangi kios tersebut untuk melakukan konfirmasi terkait penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah tersebut.Rabu (11/3/2026)
Kedatangan wartawan yang bertujuan untuk menggali informasi justru mendapat respons penolakan dari pemilik kios. Oknum pemilik kios tersebut mengaku tidak bersedia menerima tamu. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki organisasi atau persatuan tersendiri, sehingga meminta wartawan untuk menghubungi pihak lain yang ia tunjuk sebagai perwakilan dari organisasinya.
“Saya tidak menerima tamu, karena kami juga sudah punya persatuan,” ujar pemilik kios tersebut kepada wartawan di lokasi. Ia kemudian menyarankan agar wartawan menghubungi pihak tertentu yang disebut sebagai bagian dari organisasinya.
Sikap tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan awak media. Pasalnya, sebagai penyalur pupuk bersubsidi yang berkaitan langsung dengan kepentingan petani, keterbukaan informasi dinilai penting guna memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai aturan.
Beberapa pihak menilai bahwa penolakan terhadap wartawan dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terutama jika tidak disertai penjelasan yang jelas mengenai alasan penolakan tersebut.
Program pupuk bersubsidi sendiri merupakan kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk membantu para petani mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau. Karena itu, proses penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat kios diharapkan berlangsung transparan, akuntabel, serta dapat dipantau oleh berbagai pihak, termasuk media.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan penolakan tersebut maupun kondisi penyaluran pupuk bersubsidi di kios yang dimaksud. Masyarakat berharap instansi terkait dapat melakukan klarifikasi dan pengawasan agar distribusi pupuk bersubsidi tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak merugikan petani.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena keterbukaan informasi dan kemitraan antara media, pelaku usaha, serta pemerintah dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik, khususnya dalam program yang menyangkut kepentingan para petani di daerah.
Rep juhri

