Banyak Honorer Lulus Tes PPPK 2024 Tahap 2 Dinyatakan R4, Koordinator UPTD Pandeglang Pertanyakan Validitas Data BKN

Global Rise TV (Pandeglang, Banten) – Sejumlah tenaga honorer yang mengikuti seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 tahap 2 mengeluhkan hasil seleksi yang dinyatakan R4. Lebih mengejutkan lagi, sebagian dari mereka disebut tidak tercantum dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Koordinator Honorer UPTD di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Jayang S., menyampaikan kekecewaannya kepada media. Ia mengatakan bahwa banyak tenaga honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun, bahkan ada yang lebih dari tujuh tahun, namun tetap tidak lolos seleksi karena dinyatakan R4 dan tidak masuk dalam data BKN.

“Ini sangat aneh dan mengecewakan. Tenaga honorer yang sudah bekerja lama dan sudah jelas pengabdiannya justru dinyatakan R4, padahal mereka aktif dan tercatat selama ini di lingkungan UPTD,” ujar Jayang.

Kode R4 dalam hasil seleksi PPPK mengindikasikan bahwa peserta tidak memenuhi syarat administratif atau tidak valid berdasarkan verifikasi data, termasuk kemungkinan tidak terdaftar di database resmi BKN.

Jayang menambahkan bahwa banyak peserta merasa kecewa karena sebelumnya sudah merasa optimis, terlebih sudah melewati proses tes yang panjang dan melelahkan pada bulan Juni lalu. Mereka kini mempertanyakan nasib dan kejelasan status mereka ke depan.

“Kami berharap ada evaluasi dari pemerintah pusat dan transparansi dari BKN soal data honorer. Jangan sampai tenaga yang sudah lama mengabdi justru tersisih hanya karena persoalan administratif yang tidak jelas,” tegasnya.

Isu ini menjadi perhatian penting karena menyangkut masa depan ribuan tenaga honorer di berbagai daerah di Indonesia, terutama mereka yang telah lama mengabdi di sektor pendidikan dan pelayanan publik lainnya.

Pemerintah diminta segera memberikan klarifikasi resmi dan solusi atas kasus ini, agar para honorer tidak kehilangan harapan dan tetap mendapatkan hak serta pengakuan atas pengabdian mereka.

laporan red

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles