“Sungai Cimandiri: Jantung Kehidupan dan Sejarah yang Hidup di Kampung Mariuk”

Global Rise TV (Sukabumi)- Di tengah hamparan hijau yang indah, Kampung Mariuk di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menyimpan kisah bersejarah yang tak ternilai. Sungai Cimandiri, aliran air yang melintasi kampung ini, bukan sekadar sumber kehidupan, tetapi juga lambang tradisi dan kearifan lokal yang hidup sejak masa kolonial Indonesia.

Pada zaman penjajahan Belanda, kawasan sekitar Sungai Cimandiri dikenal sebagai lahan subur yang melimpah hasil pertanian dan perkebunan. Betapa tidak, pemerintah kolonial menjadikan daerah ini sebagai pusat perkebunan yang strategis, di mana hasil bumi mereka diangkut melalui sungai untuk dipasarkan ke kota-kota besar di sekitarnya. “Dulu, Sungai Cimandiri adalah urat nadi ekonomi kami. Masyarakat hidup harmonis berdampingan dengan sungai,” ungkap H. Ucok Haris Maulana Yusup, seorang tokoh masyarakat dan mantan Wakil Bupati Sukabumi.

Namun, tidak semua yang tersisa dari masa lalu itu terjaga dengan baik. H. Ucok menyayangkan keberadaan jembatan bersejarah yang kini terabaikan. Jembatan tersebut dulunya merupakan simbol penting yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah mereka. “Jembatan ini punya cerita dan makna. Sayang sekali, saat ini dibiarkan terlupakan. Saya berharap pemerintah mau memberikan perhatian untuk merawatnya dan menjadikannya bagian dari pelestarian sejarah kita,” ia menambahkan dengan harapan yang tulus.

Walau tak terhindar dari perubahan, Kampung Mariuk tetap teguh dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai lokalnya. Masyarakatnya, yang mewarisi teknik bertani dari generasi ke generasi, terus menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Kami berupaya untuk tetap melestarikan cara bertani yang membawa keberkahan bagi alam dan masyarakat. Budaya kami adalah harta yang tak ternilai,” ujar H. Ucok dengan semangat.

Di tengah arus modernisasi, pemerintah Kabupaten Sukabumi kini berencana mengembangkan potensi wisata di Kampung Mariuk dan sepanjang Sungai Cimandiri. Dengan keindahan alam yang memukau serta kekayaan sejarah yang mendalam, kawasan ini diharapkan bisa menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan. H. Ucok menyambut positif rencana ini, mengingat pentingnya menjaga identitas budaya lokal. “Pengembangan wisata bisa dilaksanakan, namun nilai-nilai budaya kami harus tetap dilindungi. Kita harus menunjukkan bahwa warisan ini adalah bagian dari jati diri kita,” tegasnya.

Dengan semangat pantang menyerah, Kampung Mariuk dan Sungai Cimandiri terus mengalirkan cerita tentang kekayaan budaya dan sejarahnya, sekaligus membangun masa depan yang lebih cerah dengan menjaga tradisi yang telah diwariskan. Mari kita bersama-sama melestarikan jejak sejarah dan budaya yang ada di Kampung Mariuk, untuk generasi yang akan datang.

Dani Sanjaya Pirmas

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles