
Global Rise TV (Pangkalpinang), 31 Maret 2026 — Tekanan terhadap Lapas Tuatunu Kelas IIA Pangkalpinang kian memuncak. Somasi susulan resmi bergulir, menyusul klarifikasi yang dinilai belum menjawab substansi dugaan praktik Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba) di dalam Lapas Tuatunu Pangkalpinang.
Pemberitaan sebelumnya dari Babel News Update memang menyebutkan adanya respons cepat berupa penggeledahan dan pemeriksaan. Namun, bagi publik, itu belum cukup.
Masalahnya sederhana: di mana bukti keterbukaannya?
Somasi susulan ini bukan tanpa alasan. Sejumlah pihak menilai klarifikasi yang disampaikan:
Terlalu normatif
Minim bukti terbuka
Tidak menghadirkan transparansi yang bisa diuji publik
Nama Mega Lestari kembali berada di garis depan dorongan keterbukaan.
“Kalau memang sudah ditindak, tunjukkan. Jangan hanya berhenti di pernyataan,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi tamparan keras terhadap pola lama—di mana dugaan mencuat, klarifikasi muncul, namun publik tidak pernah benar-benar melihat hasilnya.
Dalam klarifikasi yang beredar:
Disebutkan tidak ditemukan handphone
Warga binaan tetap diperiksa lanjutan
Pengawasan diklaim diperketat
Namun publik bertanya lebih jauh:
Apakah penggeledahan itu menyeluruh atau parsial?
Adakah dokumentasi resmi yang bisa diakses?
Siapa yang mengawasi proses tersebut?
Tanpa jawaban jelas, publik menilai ini berpotensi menjadi klarifikasi administratif tanpa akuntabilitas nyata.
Isu Halinar bukan sekadar pelanggaran internal. Ini menyangkut:
Integritas institusi
Kepercayaan masyarakat
Kredibilitas penegakan hukum di balik jeruji
Somasi susulan ini menjadi penegasan:
Publik tidak lagi mudah percaya tanpa bukti.
Kini bola ada di tangan Lapas Tuatunu Pangkalpinang:
Membuka hasil pemeriksaan secara terang
Melibatkan pengawasan independen
Menunjukkan bukti, bukan narasi
Atau…
Membiarkan isu ini berkembang menjadi krisis kepercayaan yang lebih besar.
Somasi susulan telah dilayangkan. Tekanan publik terus membesar.
Satu pertanyaan yang kini menggema:
- Apakah Lapas Pangkalpinang berani membuka fakta sepenuhnya?
- Atau memilih berlindung di balik klarifikasi yang tak bisa diuji?
Publik menunggu. Dan kali ini, publik tidak akan diam.
GlobalRiseTV :
✍️ Mega Lestari

