Proyek Siluman PT Mitra Ciasem Raya: Diduga Bau Anggaran Menguap di Pantai Penyak

Proyek negara minim transparansi, buruh tak dibayar, warga dirugikan, pejabat bungkam.

Bangka Tengah, Jumat, 23 Januari 2026 —
Proyek penataan kawasan Pantai Penyak kini disorot tajam publik. Alih-alih menjadi simbol kemajuan pariwisata, proyek tersebut justru disebut warga sebagai “diduga proyek siluman” bekerja di lapangan, namun nyaris tanpa jejak transparansi di hadapan publik.

Nama PT Mitra Ciasem Raya mencuat sebagai pelaksana proyek. Namun hingga kini, informasi dasar proyek seperti nilai kontrak, RAB, detail pekerjaan, hingga mekanisme pengawasan nyaris tak tersentuh publik. Papan proyek tak memberi kejelasan, dokumen tak terbuka, dan konfirmasi media justru berujung kebuntuan.

Pantai Penyak pun berubah dari etalase wisata menjadi panggung dugaan penyimpangan anggaran.

Bekerja Tanpa Wajah, Proyek Tanpa Transparansi

Warga menyebut proyek ini “siluman” bukan tanpa alasan. Aktivitas berjalan, alat berat masuk, pohon tumbang, tanah ditimbun—namun tak ada kejelasan siapa bertanggung jawab dan bagaimana uang negara digunakan.

“Yang kami lihat cuma kerjaan jalan, tapi tak pernah ada penjelasan. Tiba-tiba pohon kami habis,” ujar seorang warga pesisir.”

Dalam proyek publik, tertutupnya informasi dasar menjadi tanda bahaya serius. Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan.

Mutu Dipertanyakan, Anggaran Diduga Tak Nyambung

Pantauan lapangan menunjukkan hasil pekerjaan yang dinilai jauh dari kesan proyek bernilai besar. Finishing tampak asal jadi, struktur tidak rapi, dan timbunan tanah diduga tidak sesuai standar teknis.

Kondisi ini memicu dugaan klasik proyek bermasalah: mark-up anggaran dan sunat mutu.
“Kalau anggarannya besar tapi hasilnya seperti ini, ke mana sisa uangnya?” kata warga dengan nada curiga.

Buruh Mengaku Tak Dibayar

Fakta paling memukul datang dari para buruh proyek. Mereka mengaku telah bekerja menyelesaikan pekerjaan, namun upah tak kunjung diterima.

“Kami kerja, proyek jalan, tapi uang kami tidak ada,” ujar seorang buruh.

Dalam proyek negara, buruh tak dibayar bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan sinyal keras bahwa dana proyek diduga tidak mengalir sebagaimana mestinya.

Pohon Kelapa Warga Digusur, Ganti Rugi Nihil

Sejumlah pohon kelapa milik warga pesisir digusur tanpa musyawarah dan tanpa kompensasi. Tidak ada surat, tidak ada perjanjian, dan tidak ada ganti rugi.

“Kelapa itu sumber hidup kami. Hilang begitu saja,” kata warga lainnya.

Penggusuran sepihak ini menimbulkan dugaan bahwa anggaran kompensasi warga tidak pernah direncanakan—atau sengaja ditiadakan.

Rumah Warga Retak, Tanggung Jawab Menghilang

Sedikitnya empat rumah warga dilaporkan mengalami retakan yang diduga akibat aktivitas proyek dan kualitas timbunan. Namun hingga kini, tidak ada perbaikan, tidak ada ganti rugi, dan tidak ada kejelasan dari pelaksana maupun instansi terkait.

“Tembok Rumah warga rusak (retak), tapi tak satu pun pejabat yang datang,” ujar warga dengan nada kecewa.

Pejabat Teknis Ikut Disorot

Sorotan publik kini mengarah pada pejabat teknis proyek, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, hingga instansi teknis terkait.

Dalam sistem proyek pemerintah, pencairan anggaran tidak mungkin terjadi tanpa tanda tangan dan persetujuan pejabat berwenang.
“Kalau proyek bermasalah tapi uang tetap cair, siapa yang bertanggung jawab?” ujar seorang aktivis sipil Bangka Tengah.

Media Diblokir, Kesan Proyek Gelap Menguat

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak PT Mitra Ciasem Raya Pak Teguh SDA tidak membuahkan hasil. Bahkan, kontak wartawan dilaporkan diblokir. Sikap ini memperkuat kesan bahwa proyek berjalan dalam bayang-bayang.
Dalam proyek publik, memblokir media bukan hanya tidak etis—tetapi mempertebal dugaan adanya fakta yang disembunyikan.

Desakan Publik: Bongkar Proyek Siluman

Warga dan aktivis mendesak:

  • Audit forensik menyeluruh anggaran proyek
  • Pembukaan kontrak, RAB, dan progres pencairan dana
  • Pemeriksaan pelaksana proyek dan pejabat terkait
  • Pembayaran upah buruh
  • Ganti rugi warga dan perbaikan rumah terdampak

“Kalau ini dibiarkan, proyek siluman akan terus lahir dengan uang rakyat,” tegas seorang warga.”

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Mitra Ciasem Raya dan pejabat teknis terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Seluruh temuan dalam laporan ini merupakan dugaan berbasis liputan lapangan dan menunggu langkah hukum dari aparat penegak hukum.

Hashtag:

ProyekSiluman #PantaiPenyak #MitraCiasemRaya

DugaanKorupsi #AuditAnggaran #UangRakyat

BangkaTengah

GlobalRiseTV
Mega Lestari ✍️

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles