
Global Rise TV (PANDEGLANG)-22 Februari 2026 – Proyek Revitalisasi Jaringan Irigasi Cilember yang tengah berjalan di Desa Pasir Sedang dan Desa Pasir Panjang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya sebagai main contractor, kini menjadi perbincangan hangat bukan dari sisi teknis atau kemajuan pekerjaan, melainkan terkait penyediaan material alam proyek.
PT Sumber Aneka Haroan, perusahaan bergerak sebagai general supplier material alam seperti batu dan pasir yang berdomisili di Jakarta Timur, diketahui lebih dominan dalam menyuplai kebutuhan material untuk proyek ini. Kondisi ini membuat para pengusaha supplier lokal merasa ruang untuk berpartisipasi dan berkontribusi menjadi sangat terbatas.
Menurut beberapa pengusaha lokal yang tidak ingin disebutkan namanya, kurangnya kesempatan untuk ikut serta dalam usaha ini menjadi perhatian utama. Mereka menyampaikan bahwa kehadiran supplier dari luar daerah yang mendominasi pemberian pasokan material seolah-olah menutup peluang bagi mereka yang sebenarnya telah lama beroperasi dan mengenal kondisi daerah.
“Kita sebagai pengusaha lokal seharusnya bisa ikut merasakan manfaat dari proyek besar yang berjalan di daerah kita sendiri. Namun kenyataannya, satu perusahaan dari luar daerah yang mendominasi, sehingga kita kesulitan untuk mendapatkan bagian,” ujar salah satu pengusaha lokal.
Mereka juga mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak yang mungkin terjadi bagi ekonomi lokal jika peluang usaha hanya dirasakan oleh pihak luar. Seperti yang terkandung dalam pribahasa lama, “Kelaparan di lumbung padi”, kondisi ini membuat mereka merasa tidak dapat merasakan manfaat langsung dari proyek yang berada di lingkungan mereka sendiri.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari PT Nindya Karya maupun PT Sumber Aneka Haroan terkait keluhan yang diajukan oleh para pengusaha supplier lokal.
Rep juhri

