
Global Rise TV (Jakarta)-Lembaga Anti Narkotika (LAN) bersurat sejak April 2024 kepada imigrasi, Kementrian Hukum dan HAM hingga Presiden Republik Indonesia.
Surat tersebut menanyakan tentang mengapa salah seorang anggota LAN Provinsi Bali bernama Artem Kotukhov WNA asal Rusia dideportasi.
Artem memiliki dokumen personal yang lengkap, tidak ada bukti tindak kriminal apapun, bahkan mengantongi SKCK dari Mabes Polri.
Setelah setahun lebih belum tercabut cekalnya dan surat-surat dari LAN itu belum kunjung mendapat respon, maka digelarlah aksi solidaritas di halaman kantor Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kuningan Jakarta pada hari Senin 04/11/2024.
Belum lama bersuara dengan gelegar soundsystem Ketua Umum LAN Ibrahim Saehaia dipanggil masuk ke ruang tamu kementrian.
Humas Kemenkumham tetap belum bisa memberi penjelasan tentang bukti-bukti pelanggaran Artem sehingga dirinya sampai harus dideportasi.
Pihak imigrasi hanya menyampaikan bahwa Artem dianggap atau diduga melakukan tindakan berbahaya yang berpotensi mengganggu keamanan.
Namun lagi-lagi ketika berulang kali Ketum LAN menanyakan bukti-bukti pelanggarannya itu, selalu dijawab, “Maaf, ini rahasia negara!”
“Apakah imigrasi bebas mendeportasi WNA tanpa bukti-bukti kesalahan atau pelanggaran yang jelas, dengan cukup menjadikan dugaan-dugaan semata sebagai alasan?” lanjut Ibrahim.
Ketum LAN berharap bisa komunikasi langsung dengan Menteri atau Presiden menanyakan hal tersebut.
“Jika Artem memang terbukti bersalah, silahkan beri sanksi hukum yang setimpal. Tapi jika ternyata tidak ada bukti-bukti kesalahan atau tindak kriminal apapun, mohon segera dicabut cekalnya” tegas Ibrahim.
Artem selama ini sering membantu aparat keamanan negara membongkar kasus-kasus narkoba di Bali.
“Selayaknya Artem mendapat penghargaan dan perlindungan hukum dari negara, namun mengapa justru dideportasi?” imbuh Ibrahim.
“Semoga Menteri terkait atau Presiden memeriksa kasus ini dan memberikan keadilan serta kebijaksanaannya.” Ibrahim berharap.
Artem yang telah menjadi mualaf itu berharap segera dibuka cekal agar bisa kembali berkumpul dengan keluarganya di Indonesia, apalagi istrinya sedang dalam keadaan sakit serius. (Oen)

