
Global Rise TV (Purwakarta)-Akhir-akhir ini merasa ada yang berbeda dengan Pemerintah pemda Purwakarta saat ini, dulu ketika rezim Bupati Dedi Mulyadi, ketika kami berprestasi mendapat juara di tingkat daerahpun saat itu tepatnya di Kota Solo, kami sebagai Pelatih bersama Atlet juara langsung mendapat undangan ke Kantor Bupati pada jam 10.00 wib, pagi ” Kata Guru Pelatih Dojo Ir. Eben Heizer Sembiring kepada Global Rise TV di Aula Desa Cikumpay Kec. Campaka di malam hari pada saat berlatih, mempersiapkan utk seleksi kejuaran dunia tahun depan di Polandia minggu (18/8/2024)

Kemudian saya beserta para Atlet mendapat juara Dunia Tahun 2023 lalu di Negara Serbia tepatnya di kota Beograd dengan menggondol 2 Medali Emas, dan 3 Medali Perunggu. Masing peraih peraih 1 Medali Emas , atas nama Eben Heizer Sembiring di klas veteran dan 1 emas Heizmy Gursylfa asal sekolah SMPN 1 Purwakarta Kec. Purwakarta, 1Medali Perunggu atas nama Chilla Nabila Muharandi asal sekola SDN Desa Benteng Kec. Campaka, 1 medali perunggu atas nama Surya pagi asa asal sekolah SMPN 1 Cibatu Kec. Cibatu dan 1 medali perunggu atas nama Ahmad Munif tsabiq asal sekolah SMAN 2 Purwakarta Kec. Purwakarta. Para peraih medali yaitu 2 emas dan 3 perunggu mendapat apresiasi plakat dari Duta besar Serbia di Beograd.
Lebih lanjut Eben Heizer Sembiring mengatakan bahwa, Saya bangga karena Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dua kali dikumandangkan yang disaksikan oleh seluruh dunia, dan beberapa Duta Besar seperti Serbia, Romania , Amerika, German, Polandia, Austria , Rusia , Ceko uzbekistan dll mengucapkan selamat atas Juara yang di raih oleh Indonesia, ” Jelas Eben Heizer Sembiring

Bahkan kepulangan kami disambut oleh Ketua MPR RI Bambang Susatyo dan Menpora Dito, hanya saja ketika kami di Purwakarta tempat kami tinggal sepi adem ayem. tidak ada ucapan selamat dari Pemerintah Daerah Purwakarta, apalagi Apresiasi penyambutan atau Kadedeuh dari Pj Bupati atau dari Kadispora, ” Tegas
Eben Heizer Sembiring, padahal dari mulai kami berangkat sudah bersurat pamit ke PJ Bupati , Dispora dan Disdik tapi yg punya respon cuma Disdik Pak Purwanto, kami dilepas di halaman Disdik.
Saya merasa heran atas sikap Dinas Pora maupun PJ Bupati yang tidak merespon surat yang kami sampaikan untuk sekedar audiensi silaturahmi membawa atlet yang telah berjuang membawa harum Indonesia, adapun beberapa hal yang harus dipertanyakan diantaranya,
1.) Tidak adanya respon positif terhadap para atlet juara karate fudokan di ajang international SERBIA 2023
2.) Tidak adanya kontribusi terhadap para atlet juara ajang FORNAS di Bandung 2023

3.) Tidak adanya atensi atau perhatian dari pemda / dinas terkait kepada para atlet setiap mengikuti ajang event nasional atau pun international contoh biaya ( akomodasi kendaraan,penginapan,dll, maka menurutnya perlu evaluasi terhadap kebijakan di Purwakarta. diminta Kejaksaan Purwakart ambil langkah untuk segera memeriksa anggaran di dinas Disporaparbud, ” Tegas Ir.
Eben Heizer Sembiring

Selama ini Pemda Purwakarta selalu menggembar-gemborkan mencetak Atlet-Atelet berprestasi, tapi kalimat hanyalah OMDO alias Isapan jempol belaka, masa yang jelas-jelas Altlet berprestasi yang jelas-jelas mengharumkan nama Negara di ajang Internasional dan Nasional tanpa ada perhatian sedikitpun dari Pemerintah Daerah baik dari Bupati maupun dari Disporaparbud. Jauh berbeda dengan daerah lain seperti Bekasi ,Majalengka karena saya sebagai pelatih nasional selalu di undang dalan acara pemberian kadeudeuh dari Pemda Majalengka, Karawang dan Bekasi.
Bbl/Tim

