
Global Rise TV (PANGKALPINANG) – Rabu, 04/03/2026. Ramadan menjadi momentum mempererat komunikasi antara legislatif dan insan pers di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam suasana hangat penuh keakraban, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menggelar buka puasa bersama pimpinan media se-Bangka Belitung di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Selasa (3/3/2026).
Tak sekadar ajang silaturahmi, pertemuan tersebut menjelma menjadi forum diskusi strategis yang membedah persoalan krusial: carut marut tata kelola pertambangan timah di Negeri Serumpun Sebalai.
Hadir pimpinan media online, cetak, dan elektronik dari berbagai kabupaten/kota. Pimpinan Umum Kantor Berita Online (KBO) Babel Rikky Fermana, turut menyampaikan pandangan kritis dalam dialog yang berlangsung terbuka.
Dalam pemaparannya, Bambang Patijaya menyoroti kompleksitas persoalan tambang yang hingga kini belum menemukan formulasi penyelesaian yang komprehensif.
Ia menilai, kebijakan penertiban dan penindakan dari pemerintah pusat masih menyisakan pertanyaan di tingkat daerah.
Menurutnya, langkah penegakan hukum memang penting, namun pendekatannya tidak boleh parsial dan serampangan.
Harus ada keseimbangan antara aspek hukum, keberlanjutan lingkungan, serta perlindungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tambang.
“Penertiban harus tepat sasaran. Jangan sampai yang kecil ditekan, sementara persoalan besar luput dari perhatian. Negara harus hadir dengan kebijakan yang adil dan terukur,” tegasnya di hadapan para pimpinan media.
Pernyataan tersebut memantik diskusi dinamis. Sejumlah pimpinan media menyampaikan kritik terhadap lemahnya transparansi tata kelola, tumpang tindih regulasi, hingga inkonsistensi pengawasan di lapangan.
Mereka menilai, tanpa pembenahan sistemik, pertambangan Bangka Belitung akan terus berada dalam lingkaran persoalan yang sama.
Forum juga menggarisbawahi peran strategis media sebagai pengawas kebijakan publik. Di tengah derasnya arus informasi dan kepentingan, media dituntut tetap objektif dan berimbang dalam mengawal isu pertambangan yang sensitif dan berdampak luas.
Suasana diskusi yang awalnya serius perlahan mencair menjelang waktu berbuka.
Kumandang azan magrib menjadi penanda berakhirnya dialog formal, dilanjutkan dengan santap malam dan perbincangan santai yang tetap sarat gagasan.
Momentum tersebut diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara legislatif dan insan pers, bukan hanya dalam konteks pemberitaan, tetapi juga dalam mengawal arah kebijakan dan reformasi tata kelola pertambangan di Bangka Belitung agar lebih transparan, berkeadilan, dan berkelanjutan.
(KBO Babel)
GlobalRiseTV :
Mega Lestari ✍️

