KEJAGUNG SETOR Rp11,42 TRILIUN KE KAS NEGARADisaksikan Presiden Prabowo, Sinyal Keras Lawan Mafia SDA!

Global Rise TV (Jakarta)-12 April 2026 — Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Pada Jumat, 10 April 2026, institusi penegak hukum itu resmi menyetorkan dana jumbo sebesar Rp11,42 triliun ke kas negara, dalam sebuah seremoni yang disaksikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dana fantastis tersebut bukan angka biasa. Ini merupakan hasil nyata dari upaya penyelamatan keuangan negara, penegakan hukum, serta penertiban sektor sumber daya alam—terutama kehutanan dan sawit.
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia + 1
Dari Denda Sawit hingga Korupsi
Berdasarkan laporan resmi, uang Rp11,42 triliun itu berasal dari berbagai sumber strategis, antara lain:
Denda administratif sektor kehutanan: Rp7,23 triliun
PNBP dari penanganan perkara korupsi: Rp1,96 triliun
Setoran pajak (Jan–Apr 2026): Rp967,7 miliar
Pajak dari PT Agrinas Palma Nusantara: Rp108,5 miliar
Denda lingkungan hidup: Rp1,14 triliun
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia + 1
Angka ini menegaskan bahwa sektor kehutanan dan sawit masih menjadi ladang pelanggaran yang selama ini merugikan negara dalam jumlah besar.
Tak Hanya Uang, Jutaan Hektare Lahan Diselamatkan
Tak berhenti pada penyetoran uang, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) juga berhasil menguasai kembali kawasan hutan dalam skala masif:
Perkebunan sawit: 5,8 juta hektare lebih
Pertambangan: 10 ribu hektare lebih
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia + 1
Sebagian kawasan bahkan telah dikembalikan menjadi hutan konservasi, termasuk di wilayah Kalimantan, Aceh, hingga Jawa Barat.
Pesan Tegas: Negara Tak Boleh Kalah
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah untuk menyelamatkan kekayaan negara dari praktik ilegal.
Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan sikap tegas terhadap mafia sumber daya alam:
“Negara tidak boleh kalah dari mafia yang menghisap kekayaan hutan untuk kepentingan pribadi.”
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
Sinyal Keras untuk Pelaku Ilegal
Penyetoran Rp11,42 triliun ini bukan sekadar angka, tetapi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan di sektor kehutanan, sawit, dan pertambangan ilegal.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa penegakan hukum mulai menyentuh akar persoalan:
mafia lahan, penjarahan hutan, dan praktik ilegal yang selama ini sulit disentuh.

GlobalRiseTV :
Mega Lestari ✍️

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles