Jalan RT 05 Kampung Pabuaran Kerap Tergenang, Pembangunan Ditargetkan Terealisasi April–Mei 2026

Global Rise TV (Serang)–Ramai diperbincangkan di media sosial terkait kondisi jalan yang terendam air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Genangan tersebut terjadi di RT 05 RW 01 Kampung Pabuaran, Desa Tambak, dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat karena akses itu kerap digunakan sebagai jalur alternatif. Senin, (23/2/26).

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Pemerintah Desa Tambak, sejak pertengahan tahun 2025 jalan tersebut memang kerap tergenang saat curah hujan tinggi. Kondisi itu dipicu oleh pendangkalan Rawa Pabuaran serta saluran pembuangan air yang dipenuhi ilalang dan rumput liar sehingga aliran air menuju Sungai Ciujung terhambat.

Selain persoalan drainase, posisi badan jalan yang relatif lebih rendah dibanding area sekitarnya serta kondisi permukaan jalan yang sudah menurun turut memperparah genangan. Bahkan sebelum ramai diperbincangkan di media sosial, titik tersebut telah menjadi perhatian pemerintah desa karena dinilai rawan banjir.

Melalui Musyawarah Desa Tahun 2024, Pemerintah Desa Tambak sebenarnya telah menganggarkan peninggian dan pengecoran jalan tersebut. Program itu direncanakan masuk dalam kegiatan pembangunan fisik tahun 2025 dengan pagu Dana Desa sekitar Rp350 juta.

Namun, pelaksanaan pembangunan fisik pada 2025 belum dapat direalisasikan akibat belum turunnya sebagian anggaran Dana Desa yang diperuntukkan bagi kegiatan fisik. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Desa Tambak, tetapi juga berdampak pada sejumlah desa lain di berbagai daerah.

Akibat tertundanya anggaran itu, pembangunan jalan di RT 05 Kampung Pabuaran ikut mengalami penundaan. Meski demikian, pemerintah desa memastikan program peninggian dan pengecoran tetap menjadi prioritas dan akan dilaksanakan setelah anggaran tersedia.

Kepala Desa Tambak, Ade Mahesa, S.H., kepada awak media menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan sempalan yang sering digunakan karyawan sebagai jalur alternatif saat jalan utama mengalami kemacetan. Ia mengakui dalam setahun terakhir genangan semakin sering terjadi, bahkan saat hujan tidak terlalu deras.

Ade Mahesa menambahkan, sebelum 2025 jalan tersebut jarang tergenang meski hujan besar. Ia menduga pendangkalan rawa dan tersumbatnya saluran menjadi faktor utama. Karena itu, selain pembangunan fisik, diperlukan juga gotong royong masyarakat untuk membersihkan saluran pembuangan yang mengarah ke Sungai Ciujung sebagai langkah penanganan awal.

Sementara itu, berdasarkan konfirmasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pekerjaan fisik yang tertunda pada 2025 direncanakan direalisasikan pada 2026. Untuk titik di RT 05 Kampung Pabuaran, pelaksanaan ditargetkan dimulai pada April atau Mei 2026, dengan harapan persoalan genangan dapat segera teratasi dan akses warga kembali lancar.

(A,Oman)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles