
Global Rise TV (SUKABUMI) — Sabtu 4 April 2026, Di tengah keterbatasan akses jaringan internet yang selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat pelosok, secercah harapan kini mulai terasa. Melalui langkah nyata dan penuh kepedulian, PT. TOKO ALWI HIDAYAT menghadirkan layanan WiFi desa sebagai bagian dari pilot project (proyek percontohan) internet masuk desa yang bertujuan membuka akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan reseller jaringan PT. Lintas Data Trans (Rajasa Network) dan dikelola langsung oleh Hidayatulloh, yang berkomitmen menghadirkan konektivitas digital hingga ke wilayah yang selama ini belum tersentuh jaringan internet secara optimal.
Kehadiran WiFi desa tersebut kini telah menjangkau sejumlah wilayah di antaranya:
Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder
Desa Cimahpar, Kecamatan Kalibunder
Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder
Desa Balekambang, Kecamatan Kalibunder
Desa Sukamanah, Kecamatan Cimanggu
Program ini bukan sekadar pemasangan jaringan internet biasa. Lebih dari itu, inisiatif tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong pemerataan akses digital di daerah pedesaan—terutama bagi para pelajar yang selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan akses informasi dan bahan pembelajaran berbasis internet.
Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas sejak awal pemasangan dilakukan. Banyak warga menyampaikan rasa syukur karena kini mereka dapat lebih mudah mengakses informasi, berkomunikasi, hingga mendukung kegiatan pendidikan anak-anak mereka.
“Selama ini akses internet sangat terbatas. Dengan adanya WiFi desa ini, pelajar jadi lebih mudah belajar dan masyarakat juga terbantu dalam berbagai aktivitas,” ungkap salah satu warga.
Melalui program pilot project internet masuk desa ini, PT. TOKO ALWI HIDAYAT berharap dapat menjadi bagian dari solusi nyata dalam memperkecil kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Langkah sederhana yang dimulai dari desa, kini menjadi gerakan besar menuju masa depan masyarakat yang lebih terhubung, lebih terbuka, dan lebih siap menghadapi era digital.
Bambang irawan

