HANCURKAN & TANGKAP MAFIA TIMAH ILEGAL! Lubuk Besar Dijarah — Kejati Babel Di Minta Untuk Bongkar Sampai Tuntas, Sikat Habis Seluruh Jaringan, Jangan Mandek & Jangan Ada Yang Kebal Hukum !!

Global Rise TV (PANGKALPINANG) — Selasa, 13 Januari 2026.
Kasus tambang timah ilegal yang menggerogoti hutan negara di Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, memasuki fase penentuan. Berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang cukup, Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan empat orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan penambangan timah ilegal yang berlangsung sepanjang tahun 2025.

Aktivitas ilegal ini terjadi di Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) Dusun Nadi, Desa Lubuk Lingkuk, serta Kawasan Hutan Lindung (HL) Dusun Sarang Ikan, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar. Dua kawasan hutan negara yang semestinya dijaga justru diduga dijarah secara terstruktur dan sistematis.

Empat Tersangka, Peran Saling Mengunci

Empat tersangka berinisial HF, YYH, IS, dan M diduga menjalankan pembagian peran yang rapi:

•YYH dan IS berperan sebagai pelaku lapangan, melakukan penambangan timah ilegal langsung di kawasan HP dan HL.

•HF diduga sebagai aktor sentral, menyiapkan dan mengendalikan alat-alat berat, menampung hasil tambang ilegal, serta menyalurkan penjualan timah. HF juga disebut sebagai koordinator operasional di lapangan.

•M, yang merupakan ASN sekaligus Kepala KPHP Sungai Sembulan, diduga melakukan pembiaran serta memanipulasi laporan patroli, sehingga aktivitas tambang ilegal seolah tidak pernah terjadi.

Rangkaian peran ini menguatkan dugaan adanya mafia tambang timah terorganisir, bukan aksi ilegal yang berdiri sendiri.

Ditahan dan Dijerat Pasal Berat

Ketiga tersangka telah ditahan selama 20 hari, terhitung sejak 12 Januari hingga 31 Januari 2026, di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.
Dan satu orang Yulhaidir belum ditahan lantaran diduga melarikan diri dan telah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Mereka dijerat pasal-pasal tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman berat sesuai UU Tipikor dan KUHP terbaru.

Kerugian Negara dan Barang Bukti

Kerugian keuangan negara sementara ditaksir mencapai Rp89,7 miliar, dan masih berpotensi bertambah seiring pendalaman bersama BPKP.

Penyidik juga menyita barang bukti besar-besaran, antara lain:

•14 unit alat berat
•2 unit bulldozer
•Peralatan pendukung penambangan
•Dokumen penting yang berkaitan langsung dengan alur tambang ilegal.

Aliran Timah Disorot, Dugaan Tembus GBT Sungailiat

Penyidikan kini di dorong tidak berhenti di hulu. Tim investigasi tengah menelusuri informasi terkait ME, adik dari tersangka HF, yang diduga berperan sebagai penghubung pengiriman timah ilegal ke smelter.

Timah ilegal tersebut disinyalir mengalir melalui Gudang Bongkar Transit (GBT) Sungailiat, dengan modus pengiriman menggunakan CV Mitra, yang diduga memiliki jalur distribusi ke PT Timah. Aparat tengah mendalami manifest bongkar-muat, dokumen administrasi, serta keterangan saksi guna memastikan apakah terjadi pemutihan timah ilegal melalui jalur resmi.

Ultimatum Publik: Jangan Mandek, Bongkar Sampai Akar

Publik kini menanti langkah selanjutnya kepada Kejati Babel agar tidak menghentikan penanganan perkara ini hanya pada empat tersangka. Kasus ini dinilai belum selesai selama seluruh jaringan mafia tambang timah ilegal lainnya belum diungkap dan ditindaklanjuti.

Penegakan hukum diminta tidak mandek di titik ini, tetapi terus bergerak membongkar aktor-aktor lain, baik di level pengendali, penampung, penghubung distribusi, hingga jalur hilir. Publik menegaskan, hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tidak boleh ada satu pun yang kebal hukum.

Publik akan terus mengawal dan menekan perkembangan kasus ini, hingga seluruh jaringan mafia tambang timah ilegal benar-benar disikat habis , diproses hukum sampai tuntas dan Hukum Seadil adilnya.

GlobalRiseTV :
Mega Lestari ✍️

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles