
Global Rise TV – (Pandeglang, Banten) -Dugaan kejanggalan dalam pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikalong tengah menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Isu ini mencuat setelah beredarnya pemberitaan dan percakapan yang menyeret nama pengurus BUMDes, khususnya bendahara dan ketua.
Viralnya isu tersebut memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Bahkan, sebuah pemberitaan yang beredar luas disebut-sebut menampilkan narasi yang dinilai sebagian pihak seolah menyudutkan keberadaan dan pengelolaan BUMDes Cikalong.
Awal Mula Isu Viral Perbincangan publik bermula dari dugaan adanya kejanggalan terkait pengelolaan dana BUMDes. Informasi yang beredar menyebutkan adanya perbedaan keterangan antara bendahara dan ketua BUMDes mengenai keberadaan dana.
Isu tersebut berkembang cepat setelah awak media melakukan konfirmasi kepada bendahara melalui pesan WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, bendahara menyampaikan bahwa seluruh dana telah berada di pihak ketua BUMDes. Pernyataan itu kemudian memicu reaksi berantai di media sosial hingga menjadi viral dan memancing beragam tanggapan masyarakat.
Klarifikasi Ketua BUMDes Soal Aliran Dana
Menanggapi berkembangnya isu tersebut, Ketua BUMDes Cikalong memberikan klarifikasi terkait aliran dana yang dipersoalkan.
Menurut keterangan ketua, dirinya memang menerima dana sebesar Rp23 juta. Dari jumlah tersebut, Rp22 juta disebut telah dialokasikan untuk program usaha peternakan lele dan ikan nila, sebagai salah satu unit usaha BUMDes dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Sementara itu, terdapat Rp1 juta yang disebut dipinjam oleh bendahara. Ketua menegaskan bahwa penggunaan dana tersebut berkaitan dengan kegiatan usaha BUMDes dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Ketua BUMDes juga menyampaikan bahwa informasi yang berkembang di media sosial dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang sebenarnya dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pernyataan Bendahara Picu Polemik
Di sisi lain, pernyataan bendahara kepada awak media yang menyebutkan bahwa “semua dana sudah ada di ketua BUMDes” justru memperkeruh situasi.
Perbedaan sudut pandang antara bendahara dan ketua memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi serta mekanisme pengelolaan keuangan BUMDes. Sebagian warga berharap agar persoalan ini segera diluruskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.
Pemberitaan Media Dinilai Menyudutkan
Situasi semakin memanas setelah munculnya pemberitaan dari salah satu media yang dinilai oleh pihak BUMDes seolah menyudutkan lembaga tersebut.
Pemberitaan itu dianggap belum sepenuhnya menampilkan klarifikasi ketua BUMDes secara utuh, sehingga memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Pihak BUMDes menilai penyampaian informasi yang tidak berimbang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga desa.
Desakan Transparansi Publik
Masyarakat kini menunggu adanya penjelasan terbuka dan transparan dari seluruh pihak terkait. Tidak sedikit warga yang berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui klarifikasi resmi, bahkan audit jika diperlukan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Sebagai lembaga ekonomi desa, BUMDes memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kepercayaan publik menjadi aspek utama yang harus dijaga.
Harapan Penyelesaian
Kasus yang kini menjadi perhatian publik ini diharapkan segera menemukan titik terang. Klarifikasi menyeluruh dari pihak terkait dinilai penting agar polemik tidak semakin melebar.
Transparansi, komunikasi terbuka, serta penyelesaian secara objektif diharapkan menjadi langkah untuk meredam polemik sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes Cikalong.
Laporan: M. Sahim

