Diduga Oknum Guru Pondok Pesantren Modern Daar Et Taqwa Cigodeg Aniaya 2 Murid

Global Rise TV (SERANG)- Naas nasib yang di alami AF dan ACS, niat hati melangkahkan kaki dari rumah untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren Modern Daar Et Taqwa, yang berlokasi di Jl. Raya KH A ghozali no 1 Cigodeg-Petir, harus rela menerima siksaan dari WK oknum (guru), lantaran terlambat atas perintah yang di berikan oleh WK. Sabtu (29/06/2025).

Diketahui teragedi naas tersebut terjadi pada Rabu 25 Juni 2025,kisaran pukul 18:30-19:30 WIB, AF dan ACS mengalami penyiksaan di dalam kamarnya

Saat di konfirmasi AF dan ACS menjelaskan bahwa dirinya telah di siksa, lantaran keterlambatan atas perintah yang di berikan WK kepada dirinya lalu memberi dua pilihan hukuman.

“Awalnya saya disuruh ambil golok, karna perjalanan, akhirnya saya terlambat, lalu saya di berikan dua pilihan hukuman, antara di cukur botak atau hal yang bermanfaat seperti babat rumput, dan kami memilih untuk babat rumput, setelah itu sehabis magrib saya di bawa masuk ke kamar dan di kamar saya di siksa, di tonjok di bagian dada, di tampar muka, dan di tendang di bagian kepala dan punggung, sampai waktu solat isha baru berhenti”, ujar AF.

Sama halnya dengan ACS saat di konfirmasi dirinya menjelaskan bahwa dirinya bersama teman nya telah di siksa karna datang terlambat saat di perintah mengambil golok oleh WK.

“Iya saya sama AF di gebukin di kamar dari abis magrib sampe isa baru berenti, karna waktu suruh ambil golok, saya dan AF terlambat, lalu di beri hukuman, di tonjok,, di tendang dan di tampar, ” ucap ACS.

Ditempat yang sama, AS selaku orang tua ACS, Warga kecamatan Cikeusal, mendapati anak nya telah di aniaya oleh oknum guru, dirinya tidak menerima dan akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak.Polda Banten dan kami sudah melakukan Visum di Rumah Sakit Bhayangkra Serang. dan akan melanjutkan Membuat Laporan Ke PPA. Polda Banten. Untuk meminta keadilan.

“Saya tidak terima atas apa yang sudah di lakulan kepada anak saya oleh oknum guru tersebut, saya menitipkan anak saya di situ untuk menuntut ilmu bukan untuk di siksa, atas kejadian ini saya akan melaporkan ke pihak yang berwajib untuk meminta keadilan”, tegas AS.

Untuk menggali informasi lebih akurat tim awak media Global Rise TV., mendatangi pondok pesantren Modern Daar Et Taqwa tapi sangat di sayangkan, ketua yayasan, kepala sekolah, berikut oknum guru tersebut tidak berada di tempat.

“Ketua yayasan ga ada pak di serang, kepala sekolah juga ga ada lagi ondangan dan WK sendiri kalau pagi sampai siang dia kuliah di Tangerang”, ujar salah satu guru yang enggan di sebutkan namanya.

Sampai berita ini di terbitkan awak media masih menunggu klarifikasi dari pihak pondok pesantren. Joy@Surtani Global Rise TV.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles