
Global Rise TV (Sukabumi)- Diduga adanya oknum pegawai rumah sakit yang terlibat dalam praktik jual beli obat. Namun, waktu di kompirmasi oleh awak media. Kadis Kesehatan Agus Sanusi menegaskan bahwa tidak ada kerugian negara dalam kasus ini, Rabu 21 Agustus 2024
“Memang ada oknum pegawai rumah sakit yang terlibat. Kami di Dinas Kesehatan hanya bertugas untuk mengganti kerugian negara jika ada,” kata Agus

Agus menjelaskan bahwa situasi ini tidak terkait dengan masalah obat dari RSUD Sagaranten. “Kekurangan obat di Sagaranten disebabkan oleh keterlambatan pembayaran BPJS, bukan karena jual beli obat keluar dari rumah sakit. Jadi, tidak ada kerugian negara,” tegasnya.
Dijelaskan bahwa oknum tersebut menggunakan nama rumah sakit dan cap resmi untuk membeli obat dengan diskon, lalu menjualnya kembali. “Dia membeli obat dari distributor dengan mengatasnamakan rumah sakit dan Dinas Kesehatan. Namun, ini adalah tindakan pribadi yang tidak mencerminkan institusi,” ungkap Agus.
Ia juga mengungkapkan bahwa akibat dari tindakan oknum ini, pihak distributor enggan mengirimkan obat ke rumah sakit karena dituduh memiliki utang. “Kami segera mengumpulkan distributor. Ternyata, oknum yang mengatasnamakan rumah sakit menyebabkan masalah ini,” imbuhnya.
Agus memastikan bahwa saat ini pelayanan obat di rumah sakit sudah kembali normal. “Kami melakukan pendekatan dengan distributor melalui sistem online dan aplikasi pemantauan. Sekarang sudah tidak ada masalah,” kata Agus.

Mengenai tindakan disiplin terhadap oknum tersebut, Agus menyatakan, “Inspektorat sedang menangani kasus ini. Uang pribadi oknum tersebut disalahgunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.”
Dani Sanjaya Pirmas

