Akses Terputus, Tim Penyelamat Kesulitan Capai Lokasi Longsor di Kp. Cijangkar

Global Rise TV (Sukabumi)– Jum’at 7 Maret 2025 Hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang mengguyur Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam menyebabkan bencana tanah longsor di Kampung Cijangkar RT 22/06. Empat rumah warga hancur tertimbun material longsor, satu korban meninggal dunia, dan dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Akses Jalan Terputus, Tim SAR Tertahan
Upaya evakuasi korban mengalami kendala karena seluruh akses menuju lokasi longsor tertutup material tanah dan bebatuan. Hingga saat ini, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR belum bisa mencapai titik kejadian, sehingga proses pencarian korban sepenuhnya mengandalkan warga, Babinsa, dan tim kesehatan setempat.

Korban Jiwa dan Kerugian
Bencana ini merenggut nyawa seorang anak berusia tiga tahun, Nendi Saputra. Sementara itu, tiga warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan darurat di rumah warga terdekat, yaitu:

  1. Bapak Idas (35 tahun)
  2. Nursiti (38 tahun)
  3. Bapak Ibar (70 tahun)

Selain itu, dua warga masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian:

  1. Mondi (9 tahun)
  2. Yayar (50 tahun)

Kerugian materiil akibat longsor ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Empat rumah warga rusak berat dan enam ekor domba milik warga hilang tertimbun tanah.

Langkah Darurat yang Dilakukan
Meskipun akses terputus, tim gabungan dari warga, Babinsa, dan tenaga kesehatan telah melakukan berbagai langkah penanganan, antara lain:

  1. Melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.
  2. Melakukan evakuasi terhadap korban meninggal dan korban luka-luka.
  3. Melanjutkan pencarian terhadap korban yang masih hilang.
  4. Memberikan pertolongan pertama kepada korban luka dan mengevakuasi mereka ke tempat aman.

Saat ini, warga berharap bantuan alat berat segera didatangkan untuk membuka akses jalan, sehingga tim penyelamat dapat mencapai lokasi dan mempercepat proses evakuasi serta pencarian korban yang masih tertimbun longsor. Pihak berwenang juga mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.

Dani Sanjaya Permas

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles