
Global Rise TV (Pandeglang) – Di tengah semangat anak-anak menuntut ilmu, kondisi SDN Kuta Karang 01 memprihatinkan. Sekitar 80% fisik bangunan sekolah sudah rusak. Atap bocor, tembok retak, kusen lapuk, dan lantai kelas yang tidak layak.

Setiap kali hujan turun, guru dan murid harus was-was. Air menetes ke meja, buku basah, dan kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindah-pindah. Saat panas terik, ruang kelas jadi pengap karena ventilasi rusak.
Belajar di Tengah Keterbatasan
Meski begitu, semangat belajar tidak padam. Anak-anak tetap datang pagi-pagi dengan seragam rapi dan buku di tangan. Para guru tetap mengajar dengan papan tulis yang catnya sudah mengelupas dan meja kursi yang ditambal seadanya.
“Kami tidak mau anak-anak putus semangat. Tapi jujur, kami khawatir. Bangunan ini sudah tidak aman untuk KBM setiap hari,” ujar salah satu guru SDN Kuta Karang 01 dengan mata berkaca-kaca.

Wali murid pun ikut prihatin. “Anak saya bilang kalau hujan suka kehujanan di kelas. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Ini menyangkut masa depan anak-anak kami,” kata salah satu orang tua murid.
Harapan Kepada Kepala Dinas Pendidikan
SDN Kuta Karang 01 adalah rumah kedua bagi ratusan siswa. Di sinilah mereka belajar membaca, menulis, berhitung, dan bermimpi. Namun mimpi itu terancam jika gedungnya terus dibiarkan rusak.
Warga, komite sekolah, dan para guru berharap besar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang bisa meninjau langsung dan segera memberikan atensi berupa bantuan pembangunan dan rehab total.

“Anak-anak kami berhak belajar di tempat yang aman dan nyaman. Kami mohon uluran tangan. Jangan sampai generasi Kuta Karang tertinggal hanya karena sekolahnya rusak,” harap Ketua Komite Sekolah.
Pendidikan adalah investasi masa depan. Mari kita selamatkan SDN Kuta Karang 01 sebelum terlambat.
Laporan: Purnawan Hidayat

