MEMASUKI HARI KEDUA, MASYARAKAT 8 DESA BERSAMA ALMASTER BABEL MASIH BERTAHAN DI PABRIK CPO PT GML, DESAK PENYELESAIAN HAK PLASMA.

Global Rise TV (PANGKALPINANG) -10 Juli 2026 – Aksi pendudukan kawasan pabrik crude palm oil (CPO) milik PT Gunung Maras Lestari (PT GML) terus berlanjut. Memasuki hari kedua, masyarakat dari delapan desa bersama ALMASTER Babel masih bertahan dan menginap di kawasan pabrik sebagai bentuk komitmen memperjuangkan tuntutan mereka.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari audiensi masyarakat dengan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar pada Kamis (9/7/2026). Hingga kini, masyarakat menyatakan akan tetap bertahan secara damai sampai ada kepastian penyelesaian mengenai pembangunan kebun plasma di dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) serta kompensasi yang mereka tuntut.

Tokoh masyarakat Kecamatan Bakam, Guru Nastir, menegaskan bahwa kehadiran masyarakat di kawasan pabrik bukan untuk melakukan tindakan anarkis ataupun merusak aset perusahaan.

“Kami tetap menjaga ketertiban. Kehadiran kami di sini semata-mata untuk memperjuangkan hak masyarakat yang selama ini kami nilai belum dipenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat bersama pengelola pabrik telah memiliki kesepahaman untuk menjaga aset perusahaan selama aksi berlangsung. Operasional panen maupun pengolahan CPO juga masih dihentikan sementara sambil menunggu adanya penyelesaian dari pihak-pihak terkait.

Guru Nastir kembali mendesak pemerintah, khususnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), agar tidak memberikan perpanjangan HGU maupun izin usaha PT GML sebelum seluruh persoalan masyarakat diselesaikan.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan sementara versi masyarakat, potensi kerugian yang mereka alami diperkirakan mencapai sekitar Rp3,5 triliun. Nilai tersebut merupakan klaim masyarakat dan hingga saat ini belum diverifikasi maupun diumumkan secara resmi oleh instansi yang berwenang.

Masyarakat yang berasal dari Desa Bakam, Dalil, Mangka, Mabat, Bukit Layang, Kayu Besi, Sempan, dan Air Duren menegaskan perjuangan akan terus dilakukan melalui jalur damai hingga hak-hak mereka memperoleh kepastian.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih bertahan di kawasan pabrik CPO PT Gunung Maras Lestari. Sementara itu, redaksi masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari manajemen PT Gunung Maras Lestari terkait aksi masyarakat, penghentian sementara operasional pabrik, serta tuntutan yang disampaikan, guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.

Globalrisetv
Reporter:
Mega Lestari

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles