
Global Rise TV
(Sukabumi) -, 24 April 2026
Praktik Lembaga Pelatihan Kerja LPK yang beroperasi tanpa izin resmi di Kab. Sukabumi kembali jadi sorotan. Jajaran Wartawan Indonesia JWI Sukabumi raya menilai logika “jalan dulu, izin belakangan” sama saja membuka pintu pelanggaran hukum.
JWI menyoroti 3 titik krusial dari kasus LPK “Derma Indonesia” yang diduga sudah beroperasi meski belum mengantongi Surat Terdaftar dari Disnaker Kabupaten Sukabumi.
Titik salah LPK ,Jalan dulu izin belakangan sama dengan melanggar undang – undang.
JWI menegaskan tidak ada kamus izin nyusul dalam dunia pelatihan kerja. Ini dasar hukumnya:
- UU 13/2003 Pasal 18 ayat 1 : Setiap LPK wajib terdaftar di Disnaker. Tidak daftar = melanggar UU.
- Permenaker 8/2014 Pasal 4 LPK baru boleh beroperasi SETELAH terbit Surat Terdaftar LPK dari Disnaker setempat
- UU 18/2017 Pasal 81 : LPK DILARANG memberangkatkan PMI. Banyak LPK bodong berkedok bisnis pelatihan padahal ujungnya jadi calo PMI nonprosedural.
Berdasarkan hasil Konfirmasi awak media kepada pimpinan LPK tersebut , beliau membenarkan bahwa lpk derma indonesia belum memiliki ijin operasional dari disnakertrans kabupaten Sukabumi karena baru beberapa bulan beroperasi dan kantor pusat nya di kota Sukabumi jalan bhayangkara,beliau juga menambahkan bahwa tujuan dari lpk hanya untuk memberikan pelatihan kepada calon PMI formal untuk di tempatkan bekerja di luar negeri adapun hal terkait dgn proses juga penempatan nya itu ada pihak2 mitra kami.imbuhnya
Kalau ijin operasional LPK tsb di Kota, Kantor operasionalnya di Kabupaten ada 3 Masalah Hukum yang di langgar.
1.Izin Domisili Gak Sesuai : Izin operasional itu melekat sama alamat. Alamat di Kebonpedes = wilayah Kab. Sukabumi. Berarti izinnya harus dari Disnakertrans Kab. Sukabumi, bukan Kota.
- Pajak & Retribusi Kacau : Pajak reklame, IMB, gangguan = bayarnya ke Bapenda Kab. Sukabumi. Kalo izinnya Kota, Kab. Sukabumi rugi pendapatan.
- Pembinaan & Pengawasan : Disnakertrans Kab. Sukabumi gak bisa ngebina/ngawasin LPK yang izinnya Kota. Pas ada masalah siswa = lempar-lemparan tanggung jawab.
Di sisi lain jwi juga akan menyoroti disnakertrans kabupaten
Khususnya pejabat yang membidangi pelatihan dan pengawasan LPK2.
Tugas Kabid Pelatihan Disnaker : Mengawasi + menindak LPK seperti ini Bukan ngasih toleransi dan pembenaran2, Pasal 7 Permenaker 8/2014 jelas: Disnaker wajib melakukan pembinaan DAN pengawasan.
Asas Legalitas Di negara hukum jelas ada aturan nya semua usaha harus punya izin dulu baru jalan. Gak ada istilah “jalan dulu izin nyusul”. Kalo dibenarkan, besok bengkel ilegal, klinik ilegal, travel ilegal juga bisa ngeles “takut gak jalan, tidak menutup kemungkinan. ada beberapa LPK lainnya yang tidak taat hukum juga aturan , kalau kita urus dulu perijinan takut gak jalan, padahal dia tidak paham Ibarat buka restoran masa buka dulu, izin PIRT + BPOM belakangan? Kalo ada keracunan siapa tanggung jawab? Sama. Kalo ada PMI kabur/dianiaya di luar negeri, siapa yang akan bertanggungjawab. tegas sekum jwi D.sukmadinata
Pejabat berwenang juga seharusnya menjadi rem, bukan memberikan toleransi dan Pembenaran2 untuk LPK seperti itu kritik nya.
Dalam kesempatan lain wakil ketua DPD JWI Sukabumi raya Budi santoso dan Herman popay menyampaikan ke awak media
Kalau ada LPK yang TDK memiliki ijin operasional dari disnaker setempat tapi sudah berjalan dan tidak d beri tindakan Akibatnya Disnaker akan kehilangan wibawa. Data PMI Sukabumi nonprosedural makin banyak karena LPK 2 seperti itu tidak terlacak BP2MI. Pungkas nya
Yang benar menurut aturan:
- LPK mau buka → Ajukan izin ke Disnaker dulu → Disnaker verifikasi sarana, instruktur, kurikulum → Kalo lolos, baru terbit izin → Baru boleh nerima siswa.
- Kalo udah nekat jalan duluan → Disnaker wajib tegur tertulis → Kalo gak ngurus izin 30 hari → Disnaker wajib tutup + laporkan ke Satpol PP
Pungkas nya
Dalam kesempatan yang sama ketua DPD JWI Sukabumi raya menyampaikan
Untuk mengawal kasus ini, JWI akan ambil 3 langkah:
- Konfirmasi Tertulis : Kirim surat resmi ke Disnaker Sukabumi prihal status “LPK Derma Indonesia”. Pertanyaannya: “Sudah terdaftar atau belum? Tindakan apa yang sudah diambil karena beroperasi tanpa izin?” Biar ada jejak resmi.
- Edukasi Publik : penayangan berita ,Bikin konten terkait LPK yang di duga Calo Berkedok Pelatihan”. Kutip UU 13/2003 + Permenaker 8/2014. Biar warga Sukabumi tau ciri2 LPK seperti itu.
- Akan membangun Koordinasi dengan BP2MI Jabar.
JWI mengajak masyarakat Sukabumi lebih selektif . Sebelum daftar pelatihan kerja, cek dulu SIP P3MI : Izin penyalur TKI/Pekerja Migran. Harus ada dari Kemnaker, bukan cuma izin LPK.
- MOU dengan User Jepang/Timur Tengah : Minta liat copy-nya. Benar ada puluhan perusahaan atau nggak.
3.Biaya : Klaim “biaya ringan” tapi tanya detail: biaya pelatihan + biaya penempatan. Ada yang dipotong gaji gak? “Udah punya Surat Terdaftar Disnaker belum?” Jangan sampai mimpi kerja malah berakhir jadi korban.
Abdul Mustopa

