
Global Rise TV (Sukabumi) –
UJANG SUPRIATIN menyoroti Apresiasi dari Pemerintah Daerah kabupaten Sukabumi dan Pemda Provinsi Jawa Barat atau panggilan Akrab Abah Ujang Guru sebagai Putra Daerah dari Palabuhanratu kabupaten sukabumi, yang sampai saat ini belum ada perhatian terhadap dirinya, sedangkan
Berkiprah di kancah internasional yang sangat sulit untuk mencapainya sebagai salah satu utusan Republik Indonesia mengikuti kegiatan besar yang di hadiri 187 Negara-negara Dunia berperan aktif pada sidang konferensi ILO di PBB, tentunya ini kepentingan dan perjuangan untuk para pekerja perburuhan yang ada di Indonesia terutama untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Daerah agar memiliki sebagai para pekerja yang layak dan sejahtera.
Hari ke dua ILC ke-114, Delegasi Buruh Indonesia Asal Palabuhanratu selalu Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia ( FSP MARITIM – KSPSI) Ikuti Pembahasan Berbagai Komite Strategis di Jenewa SWISS


suasana sidang kedua pelaksanaan International Labour Conference (ILC) Session ke-114 yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) di Jenewa, Swiss
Jenewa, 2 Juni 2026 – Memasuki hari kedua pelaksanaan International Labour Conference (ILC) Session ke-114 yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) di Jenewa, Swiss, delegasi buruh Indonesia asal putra daerah Provinsi JAWA BARAT mengikuti berbagai pembahasan penting dalam sejumlah komite yang membahas isu-isu strategis ketenagakerjaan global.
Pada agenda hari kedua, para delegasi mengikuti sidang di beberapa komite utama, di antaranya Committee on the Application of Standards (CAN) yang membahas laporan penerapan konvensi dan rekomendasi ILO oleh negara-negara anggota. Komite ini menjadi salah satu forum penting untuk mengevaluasi kepatuhan negara anggota terhadap standar ketenagakerjaan internasional.
Ujang Supriatin mengikuti Standard Setting Committee (CNP) yang membahas penyusunan standar internasional mengenai pekerjaan layak dalam ekonomi platform (platform economy), seiring berkembangnya model kerja berbasis aplikasi digital yang kini menjadi perhatian dunia.
Delegasi Buruh Indonesia Hadiri Sidang Tahunan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jenewa untuk Memperjuangkan Hak, Kepentingan dan Kesejahteraan Pekerja/Buruh Dunia
Sementara itu, Recurrent Discussion Committee (CD-R) membahas penguatan dialog sosial, tripartisme, serta kebebasan berserikat, sebagai fondasi utama dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.
Pada waktu yang sama, General Discussion Committee (CDG) menggelar pembahasan mengenai kemajuan transformatif untuk kesetaraan gender di dunia kerja, yang bertujuan mendorong terciptanya kesempatan kerja yang setara bagi seluruh pekerja tanpa diskriminasi.

Sidang-sidang tersebut berlangsung di beberapa lokasi penting di Jenewa, antara lain Palais des Nations, markas besar United Nations Office at Geneva (UNOG) dan pusat diplomasi multilateral di Eropa. Bangunan bersejarah yang dibangun antara tahun 1929 hingga 1938 untuk Liga Bangsa-Bangsa tersebut kini menjadi tempat penyelenggaraan berbagai konferensi internasional, termasuk ILC.
Selain di Palais des Nations, sejumlah pertemuan juga dilaksanakan di kantor pusat ILO (BIT – Bureau International du Travail) dan Geneva International Conference Centre (CICG) yang menjadi pusat kegiatan konferensi internasional selama berlangsungnya ILC ke-114.
Ujang Supriatin sebagai Delegasi Indonesia di sidang hari ke 2
yang tergabung dalam delegasi pekerja Indonesia dan berada dalam naungan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Jumhur Hidayat yang berafiliasi dalam organisasi Internasional Labour Confedeeation (ILC) yang berpusat diturki salah satunya Ketua Umum FSP MARITIM – KSPSI ( MJH) keikutsertaan delegasi buruh Indonesia dalam berbagai komite tersebut menjadi momentum penting untuk menyerap perkembangan standar ketenagakerjaan internasional sekaligus memperjuangkan kepentingan pekerja Indonesia di tingkat global.
“Melalui forum ILC ke-114 ini, Ujang Supriatin dapat mengikuti secara langsung perkembangan kebijakan ketenagakerjaan dunia, terutama terkait pekerjaan layak, dialog sosial, kebebasan berserikat, dan kesetaraan gender. Hasil-hasil pembahasan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja di Indonesia,” ujarnya.
ILC ke-114 berlangsung di Jenewa pada 1–14 Juni 2026 dan dihadiri oleh delegasi dari 187 negara anggota ILO, yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam format tripartit. Forum ini merupakan sidang tertinggi ILO yang berperan dalam merumuskan kebijakan serta standar ketenagakerjaan internasional untuk menjawab tantangan dunia kerja global yang terus berkembang.
Ujang s

