
Global Rise TV (Sukabumi)— Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menyediakan hunian layak bagi warga terdampak pergerakan tanah di Palabuhanratu mulai terealisasi. Pembangunan kawasan relokasi Kampung Mubarakah di Desa Cikadu resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sukabumi, Rabu (1/4/2026).

Di balik dimulainya pembangunan tersebut, peran strategis Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi menjadi kunci dalam menyiapkan seluruh tahapan program, mulai dari penyiapan lahan, perencanaan teknis, hingga skema pelaksanaan pembangunan secara bertahap.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Mubarakah berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 34.400 meter persegi yang telah disiapkan secara matang untuk mendukung kawasan hunian relokasi yang aman dan layak huni.
Menurutnya, setiap unit rumah dirancang dengan konsep tahan gempa, mengadopsi arsitektur khas Sunda, serta menggunakan material ramah lingkungan seperti bambu dan kayu, dengan ukuran bangunan antara 36 hingga 60 meter persegi.
“Pembangunan rumah Mubarakah dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Tahap pertama dimulai April hingga Juni sebanyak 20 unit, tahap kedua Juli hingga September 30 unit, dan tahap ketiga Oktober hingga Desember 38 unit. Total ada 86 unit rumah yang siap dibangun tahun ini,” jelasnya.
Sendi menambahkan, proses pembangunan melibatkan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi sebagai pelaksana konstruksi, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat penerima manfaat yang ikut terlibat sebagai tenaga harian secara sukarela.

Langkah ini, lanjutnya, tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap hunian relokasi yang akan mereka tempati.
Sementara itu, Bupati Sukabumi. Asep Japar,. menegaskan bahwa pembangunan Kampung Mubarakah merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana.
“Kampung Mubarakah ini adalah bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat penanggulangan bencana sekaligus memulihkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Ini bukan sekadar janji, tetapi langkah nyata,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa nama Mubarakah dipilih sebagai doa dan harapan agar kawasan tersebut menjadi lingkungan tempat tinggal yang membawa keberkahan, ketenangan, serta semangat baru bagi para penyintas.
Bupati turut mengajak seluruh unsur pemerintah, perusahaan daerah, pihak swasta, hingga komunitas masyarakat untuk bersama-sama mendukung penyelesaian pembangunan 100 unit hunian layak di kawasan tersebut.

“Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Pemerintah sudah mengawal sejak awal, dan kualitas bangunan harus benar-benar sesuai standar,” tambahnya.
Salah seorang warga penerima manfaat, Hasyim, menyampaikan rasa syukur dan dukungan masyarakat terhadap program relokasi tersebut.
“Kami siap menjaga dan memanfaatkan rumah relokasi ini dengan baik serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di lingkungan baru,” ungkapnya.

Kegiatan peletakan batu pertama turut dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para donatur, penyerahan dokumen kependudukan kepada keluarga penerima manfaat, serta penyerahan mandat kerja dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi kepada Kodim 0622 sebagai pelaksana pembangunan.

