
Global Rise TV (Pandeglang Banten)-Pengajian tingkat desa di Kampung Ciundi, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui majelis ilmu. Acara pengajian dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan, Kepala Desa Waringin Kurung beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta ratusan warga dari berbagai kampung di sekitar wilayah tersebut. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme dan semangat kebersamaan dalam mendukung kegiatan keagamaan di tingkat desa. Sejak sore hari, warga mulai berdatangan membawa tikar sebagai ciri khas pengajian desa yang sederhana namun sarat makna kebersamaan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk bersila dengan tertib, menanti dimulainya rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat bersama. Nuansa religius terasa hangat, mencerminkan kuatnya tradisi gotong royong dan kebersamaan masyarakat pedesaan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Waringin Kurung menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pengajian yang rutin digelar sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan moral, spiritual, serta penguatan karakter masyarakat, khususnya generasi muda.
Ketua MUI yang turut hadir juga memberikan apresiasi terhadap kekompakan warga dalam menjaga tradisi pengajian. Ia menekankan pentingnya majelis ilmu sebagai benteng masyarakat dari berbagai tantangan zaman. Menurutnya, kegiatan keagamaan di tingkat desa memiliki peran besar dalam membentuk masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia.
Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Ahul Najar, penceramah asal Kampung Ci Undil. Dalam ceramahnya, beliau mengajak masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi pengajian sebagai warisan kebaikan yang harus terus dilestarikan.
“Majelis ilmu seperti ini bukan hanya tempat menambah pengetahuan agama, tetapi juga tempat mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan,” pesan beliau dalam tausiyahnya.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan desa, serta kesejahteraan seluruh masyarakat. Warga berharap kegiatan pengajian tikar desa ini dapat terus menjadi agenda rutin yang membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Waringin Kurung dan sekitarnya.
Laporan:Mansur

