
Global Rise TV (Karawang) – Memasuki bulan Maulud, Paguyuban Maung Bodas melaksanakan salah satu tradisi penting, yaitu Ngabungbang. Tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dikenal dengan nama Muludan di Karawang.
Ngabungbang merupakan prosesi mencuci benda-benda pusaka yang berusia ratusan tahun dengan menggunakan air yang telah didoakan.l, Minggu (7/9/2025).
Dalam acara prosesi Ngabungbanh tersebut dipimpin langsung oleh Juhari Ketua Paguyuban Maung Bodas.
Bersama dengan para jemaah paguyuban Maung Bodas yang ada di Kabupaten Karawang, Khususnya yang berasal dari Kecamatan Cilebar mencuci benda-benda pusaka bersejarah yang sangat berharga..

Benda-benda pusaka yang disucikan ini merupakan peninggalan para tokoh dan sesepuh terdahulu yang memiliki peran penting dalam menyebarkan agama Islam di Kabupaten Karawang atau Pulau Jawa. .
Setiap tahunnya paguyuban Maung Bodas , melaksanakan tradisi ini sebagai bentuk penghormatan dan upaya menjaga warisan budaya leluhur.
Makna di Balik Prosesi Ngabungbang
Juhari menjelaskan bahwa Ngabungbang bukan sekadar ritual membersihkan benda pusaka, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam.
Ritual Ngabungbang dilaksanakan oleh keluarga dan kerabat dan para Jemaah yang duduk melingkari pusaka, mereka melantunkan tawasul dan sholawat sebagai doa dan penghormatan.
Dalam tradisi ini, air memiliki peran yang sangat penting. Dalam ajaran Islam, air merupakan elemen yang sangat vital, karena hampir semua makhluk hidup terdiri dari air, termasuk manusia yang sekitar 80% tubuhnya berupa cairan.
Dalam Islam, air juga menjadi medium penting dalam ibadah, seperti wudhu yang merupakan syarat sah dalam pelaksanaan sholat.
Selain itu, mandi untuk membersihkan diri dari hadas juga menggunakan air, dan bahkan pada saat seseorang meninggal, jasadnya juga dibersihkan dengan air.
Melestarikan Tradisi untuk Generasi Mendatang
Tradisi Ngabungbang merupakan warisan budaya yang sangat dijaga. Selain melestarikan peninggalan sejarah berupa benda pusaka, prosesi ini juga menjadi salah satu cara untuk mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai leluhur.
Setiap detail dalam prosesi ini memiliki makna filosofis yang mengandung nilai-nilai spiritual dan keagamaan, sehingga menjadi salah satu kekayaan budaya yang terus dipertahankan hingga saat ini.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap para wali yang berjasa menyebarkan agama Islam, prosesi Ngabungbang terus dilaksanakan setiap tahun, menjelang puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Paguyuban Maung Bodas.
Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol kebersihan fisik, tetapi juga kebersihan batin dan spiritual bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga besar Paguyuban Maung Bodas.
Laporan: Endi, Sopian, Wahyudin, Rusdiana

