Tradisi Sembahyang Rebut Warisan Leluhur di Kelenteng Amal Bakti Songliang

Global Rise TV (Bangka Sungaliat)- Tradisi Sembahyang, Rebut atau dikenal juga dengan nama Chih-Ngiat Pan, digelar Masyarakat Tionghoa, Sungailiat Bangka, tepatnya tanggal, 14-15 Bulan Ke-7 Chit Ngiat Pan, Kelender Imlek Perayaan Merupakan, dari Pesta hantu sebuah Tradisi leluhur, makna Spiritual sosial di Kelenteng Amal Bakti Songliang Jalan, Sam Ratulangi Kampung, Songliang Lingkungan Srimenanti Sungailiat Kabupaten Bangka, Jumat Malam Sabtu (05/09/2025)

Suasana kebersamaan terasa hangat di desa Srimenanti, Sungailiat Songliang Warga dari berbagai kalangan berkumpul di Klenteng Amal Bakti, utama untuk Merayakan tradisi sembahyang rebut atau yang dikenal dengan Bulan ke-7 Nyiat Pan, perayaan ini merupakan warisan leluhur Tionghoa, yang telah dilestarikan turun-temurun, Kelenteng Amal Bakti Songliang jl Sam Ratulangi Kampung Songliang lingkungan, Srimenanti Sungailiat,

Acara tersebut turut dihadiri Masyaraka, Songliang bersama warga desa Kampung Songliang serta Masyarakat setempat kehadiran mereka menambah semarak sekaligus Memperlihatkan, semangat Gotong royong dalam menjaga tradisi ini,

Menegaskan pentingnya pelestarian Budaya, leluhur seperti sembahyang Rebut selain ritual keagamaan, ini adalah Bagian dari kebudayaan yang harus dijaga hingga anak cucu, kami Tradisi ini adalah peninggalan nenek moyang yang sarat makna”, ungkapnya,

Hal senada juga disampaikan dukungan, dalam menjaga Budaya lokal, kami mendukung kegiatan kebudayaan dan keagamaan seperti Ini bentuk komitmen kami agar warisan leluhur tetap hidup”, terangnya,

Ciri khas perayaan sembahyang Rebut terlihat dari hadirnya serta sesajian yang kemudian diperebutkan Masyarakat, Tradisi ini di yakini sebagai Simbol kebersamaan, keberkahan, dan Doa agar Masyarakat hidup dalam kesejahteraan dalam sambutan nya,

Menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah Mendukung, jalannya acara, termasuk warga Sungailiat, datang menghadiri Tridisi acara sembahyang Rebut ini mulai dari, atas nama warga Songliang, Bersatu kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” ujarnya,

Lebih dari sekadar ritual, perayaan sembahyang rebut di desa warga Songliang, Bersatu menjadi momentum mempererat tali persaudaraan dan solidaritas Masyarakat, kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi kekuatan untuk terus membangun desa yang lebih maju, rukun, dan sejahtera Pungkasnya (Imron).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles