‎Oknum Perangkat Desa Bojongmanik Akhirnya Minta Maaf kepada Media di Depan Publik



Global Rise TV (‎Pandeglang, Banten)– Setelah sempat membuat pernyataan kontroversial yang menyinggung insan pers dan sejumlah lembaga, salah satu perangkat Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan publik.Senin (11/8/2025).

‎Sebelumnya, perangkat desa berinisial U tersebut diketahui pernah mengeluarkan pernyataan keras di grup komunikasi daring. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa “siapa saja yang mengobok-ngobok Desa Bojongmanik tidak akan direspons dan tidak akan ditarajeni (dihargai)”. Ucapan ini dinilai menyinggung peran awak media, LSM, serta berbagai pihak yang selama ini memiliki fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan desa.

‎Pernyataan tersebut sempat memicu reaksi dari kalangan jurnalis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di wilayah Pandeglang, yang menilai sikap itu tidak mencerminkan semangat keterbukaan informasi publik dan bertentangan dengan Undang-Undang Pers serta prinsip transparansi pemerintahan.

‎Namun, pada sebuah kesempatan yang dihadiri perwakilan media, tokoh masyarakat, dan beberapa unsur kelembagaan, perangkat desa tersebut menyampaikan permintaan maaf. Di hadapan forum, U mengaku menyesali pernyataannya dan menyampaikan penghormatan kepada insan pers serta lembaga kontrol sosial lainnya.

‎“Saya memohon maaf atas ucapan saya yang menyinggung rekan-rekan media dan LSM. Saya tidak bermaksud merendahkan profesi atau lembaga mana pun, dan saya berkomitmen untuk membangun komunikasi yang baik ke depannya,” ujar U dalam pernyataan resminya.

‎Permintaan maaf ini disambut baik oleh beberapa perwakilan media yang hadir. Mereka berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tetap menjunjung etika komunikasi, terutama dalam konteks pelayanan publik dan hubungan antar-lembaga.

‎Pengamat pemerintahan desa menilai, langkah meminta maaf di depan publik merupakan bentuk kedewasaan dalam berkomunikasi dan menyelesaikan persoalan secara damai. “Transparansi dan keterbukaan terhadap kritik adalah hal yang harus dijunjung tinggi dalam tata kelola pemerintahan desa. Media dan LSM bukan musuh, melainkan mitra pengawasan,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat.

‎Dengan adanya permintaan maaf tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah desa, media, dan lembaga kontrol sosial di Bojongmanik kembali harmonis, serta menjadi momentum untuk membangun sinergi demi kemajuan desa dan kesejahteraan warga.

‎Penulis juhri.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles